• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sigap Polri

38 Adegan Ditampilkan Dalam Rekonstruksi Kasus Penganiayaan di Bukittinggi

3 December
19:46 2019
0 Votes (0)

KBRN, Bukittinggi : Kepolisian Resor Bukittinggi, Selasa (3/12/2019), menggelar adegan rekonstruksi kasus tindak pidana penganiayaan secara bersama sama, dengan korban Gean Navanda 24 tahun, warga Lubuk Begalung Padang, yang meninggal pada Senin 9 September 2019 lalu.

Seluruh adegan rekonstruksi pemukulan dilakukan di Ramayana, lokasi dimana korban dikeroyok oleh lima tersangka.

Kegiatan rekonstruksi itu menghadirkan lima tersangka yang melakukan pemukulan terhadap korban, yakni AS (26), RS (20), RR (24), JPH (19), dan  FI (22). Sedangkan untuk korban diperankan oleh pemeran pengganti dari anggota Polres Bukittinggi.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Bukittinggi, AKP Chairul Amri Nasution, mengatakan, ada 38 adegan rekonstruksi yang diperagakan kelima tersangka, dimana empat tersangka diantaranya tercatat merupakan karyawan di pusat perbelanjaan tersebut, satu tersangka lainnya merupakan seorang petugas keamanan atau security.

“Kelima tersangka diminta memperagakan adegan pemukulan terhadap korban, hingga jasadnya ditemukan tak bernyawa dalam saluran air dekat pendakian Novotel,” sebutnya.

Pada adegan 19 sampai 28, terang Chairul Amri Nasution, menjadi adegan fatal seperti penyeretan korban, pemukulan, hingga dibenturan ke dinding, sehingga mengakibatkan luka memar pada tubuh korban.

Chairul Amri Nasution menambahkan, adegan rekonstruksi ini dilakukan guna memberikan pengetahuan kepada masyarakat untuk tidak main hakim sendiri, sehingga berujung kematian seperti kasus ini. Jika ada yang berbuat salah silahkan serahkan kepada yang berwajib.

“Rekonstruksi itu sesuai dengan Laporan Polisi (LP) nomor : LP/244/A/IX/2019 SPKT.Res-Bkt,, tanggal 09 September 2019 dan pasal yang di sangkakan kepada pelaku di dalam kejadian tindak pidana tersebut adalah Pasal 170 Ayat 2 Ke (3) KUHPidana,” ulasnya.

Disamping itu sambung Chairul Amri Nasution, rekonstruksi ini guna memberikan gambaran kepada pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU), sehingga dapat menjadi bahan dalam proses sidang di Pengadilan Negeri.

“Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, dalam kegiatan rekonstukri tersebut Polres Bukittinggi menurunkan 90 orang personil, dan hingga berakhirnya kegiatan ini tidak ada ditemukan kendala yang berarti,” tukasnya.

Diberitakan RRI sebelumnya, Tim Anti Kejahatan dan Kekerasan (Jatansras) Polres Bukittinggi, Polres Bukittinggi berhasil mengungkap kasus penemuan mayat Gean Navanda (24) asal Lubuk Begalung Padang di saluran air di Bukittinggi, pada Senin 9 September 2019 lalu, dengan meringkus lima pelaku.

Waka Polres Bukittinggi, Kompol Sumintak, Sabtu (14/9/2019) malam, menyebutkan, awal terungkapnya kasus ini, saat pihak keluarga meminta mayat korban di autopsi, dan dari hasilnya ditemukan sejumlah luka memar pada tubuh korban.

"Dari hasil autopsi dinyatakan tubuh korban mengalami trauma, dimana ditemukan sejumlah luka memar bekas pukulan dan sepatu di sekujur tubuh korban," terangnya.

Dari hasil autopsi itu sambung Sumintak, Tim Jatanras melakukan penyidikan mendalam, dan meminta keterangan kepada sejumlah saksi, sehingga lima orang tersangka yang melakukan penganiayaan terhadap korban dapat diamankan.

"Lima orang tersangka itu terbukti melakukan penganiayaan terhadap korban disalah satu pusat pembelanjaan di Bukittinggi pada Minggu (8/9/2019) malam sekitar pukul 20.00 WIB," jelasnya.

Sumintak mengatakan, berdasarkan keterangan tersangka, korban sebelumnya mengutil pada salah satu pusat perbelanjaan di Bukittinggi, dan aksinya ketahuan, kemudian korban dibawa tersangka ke kantor pusat perbelanjaan, dan dilakukan pemukulan hingga mengakibatkan tubuh korban mengalami sejumlah luka memar.

"Tersangka mengakui perbuatannya karena aksi tersangka terekam jelas di rekaman CCTV dan kelima tersangka ditangkap pada Rabu (11/9/2019) ditempat tersangka bekerja," ulasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00