• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Komnas PA Minta Hak Pendidikan FAS yang Ditahan di Polres Sragen Dipenuhi

2 December
21:47 2019
0 Votes (0)

KBRN, Sragen: Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) Kabupaten Sragen mendesak Polres agar memenuhi hak-hak FAS (16) yang menjadi tersangka dalam meninggalnya siswa  Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Sragen. Kendatipun FAS menjadi tersangka, harus mendapatkan hak sekolah dan perlindungan.

Penegasan itu disampaikan Ketua Komnas PA Sragen Heru Setiyanto kepada wartawan. Heru menilai hak hak FAS (16) yang menjadi tersangka dalam kasus meninggalnya Siswa Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) di Sragen belum terpenuhi haknya dengan baik. Heru mengatakan pihaknya memantau proses hukum dengan pelaku anak ini. Dia melihat baik korban maupun pelaku masih usia anak.

”Saya klarifikasi ke Polres sudah klir dengan Kasat Reskrim, kami membuat kesepakatan dengan polres dipersilahkan untuk mendampingi atau memantau,” ujar Heru, Senin (2/12/2019).

Sebelumnya Heru menyoal penahanan FAS, sehingga tidak bisa mengenyam bangku pendidikan bersama teman temannya di sekolah. Lantas terkait undang-undang perlindungan anak, terkait proses hukum anak. Pelaku tetap mempunyai hak untuk tidak dicampur dengan tahanan perkara umum yang dilakukan orang dewasa. Kemudian anak tetap mempunyai hak untuk melakukan  proses pendikitan.

"Jadi anak sebenarnya boleh menyampaikan penangguhan permohonan. Saya belum berani membuat permohonan karena dari keluarga belum meminta komnas PA secara resmi,” terangnya.

Untuk diketahui Polisi telah menetapkan FAS sebagai tersangka atas meninggalnya MAM (13) saat latihan PSHT di Gemolong Sragen pekan lalu, kemudian melakukan penahanan. Karena kasus itu ditangani dengan sistem peradilan anak masa penahanan tersangka dibatasi hanya 15 hari seusai penetapan. 

Penyidik menahan tersangka karena waktu dibatasi sedangkan tersangka rumahnya jauh. Untuk memudahkan penyidikan akhirnya dilakukan penahanan, itu pun penahannya dipisah dengan yang lain sesuai dengan undang-undang peradilan anak. Heru mengatakan FAS harus tetap sekolah dan dalam penahanan dipisahkan dengan kasus hukum orang dewasa. 

"Sebenarnya telah membuat permohonan penangguhan penahanan, namun karena belum adanya permohonan pendampingan dari pihak keluarga Komnas Anak belum bergerak lebih jauh," katanya.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Sragen AKP Supardi mengatakan, bahwa tersangka FAS tetap diberikan haknya. Di antaranya penahanan dipisahkan dengan kasus umum serta FAS masih bisa melaksanakan pendidikan. AKP Supardi mengaku FAS masih diberikan waktu mengerjakan tes semester di Mapolres dengan pendampingan pihak sekolah.

"Kita tidak membiarkan anak ini tidak sekolah. Jika menjalani tes kita kordinasi supaya sekolah memfasilitasi supaya dia bisa mengikuti kegiatan ujian,” jelasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00