• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Sebanyak 1.403 Siswa SD Kurang Mampu di Buleleng Terima Bantuan Seragam Sekolah

2 December
21:42 2019
0 Votes (0)

KBRN, Singaraja : Kegembiraan terlukis jelas di wajah anak-anak yang berkumpul Senin (2/12/2019) pagi di Gedung Wanita Laksmi Graha Singaraja.

Mereka adalah siswa Sekolah Dasar (SD) yang kurang beruntung dalam kondisi yatim, piatu dan yatim piatu. Mereka berkumpul untuk menerima bantuan seragam merah putih, sepatu dan tas dari Wakil Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG.

Sebanyak 1.403 siswa SD se-Kabupaten Buleleng dari 9 kecamatan, masing-masing dari Kecamatan Tejakula mendapat bantuan sebanyak 218 Siswa, Kubutambahan sebanyak 145 siswa, Sawan 148 Siswa, Buleleng 175 Siswa, Sukasada 154 siswa, Banjar 159 Siswa, Seririt 147 Siswa, Busungbiu 106 Siswa dan Kecamatan Gerokgak sebanyak 151 siswa.

Wabup Sutjidra mengatakan, pendidikan bisa memutus rantai kemiskinan. Anak-anak SD se-Kabupaten Buleleng khususnya anak yatim, piatu dan anak yatim piatu harus tetap bersekolah. Walaupun dalam kondisi keterpurukan ekonomi.

“Jangan patah semangat untuk bersekolah, karena kalianlah calon-calon pemimpin bangsa,” ucap Wabup Sutjidra saat menghadiri sekaligus menyerahkan secara simbolis bantuan kepada siswa SD, didampingi Ketua Komisi IV DPRD Buleleng, Luh Hesti Ranitasari dan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng Gde Darmaja.

Wabup Sutjidra mengatakan bahwa penyerahan bantuan ini secara rutin digelar oleh Pemerintah Kabupaten Buleleng  dalam rangka meningkatkan minat anak untuk bersekolah dan meringankan beban orang tua siswa, khususnya siswa yang baru masuk ke jenjang sekolah dasar.

“Semoga bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya sehingga para siswa memiliki semangat dan motivasi dengan adanya seragam gratis ini,” ungkapnya.

Selain itu juga, pemberian pakaian seragam ini bagi anak yatim, piatu dan anak yatim piatu, menurut Wabup Sutjidra akan dapat meringankan beban orang tua peserta didik, sehingga tidak ada lagi alasan untuk putus sekolah.

“Setelah dilakukan verifikasi dan validasi ada anak-anak yang tinggal dengan bapaknya saja atau ibunya saja bahkan ada anak yang tinggal hanya dengan neneknya, sehingga dengan bantuan ini dapat meringankan beban bagi orang tua siswa,” tuturnya.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng, Gde Darmaja mengatakan, penyerahan bantuan ini didasari atas rasa prihatin terhadap siswa-siswi SD di Bali Utara. Ia mengakui, saat melaksanakan monitoring masih banyak siswa-siswi yang menggunakan baju kurang layak dan juga menggunakan alas kaki seadanya tanpa sepatu.

Ia menambahkan, dengan diserahkannya bantuan paket seragam sekolah, diharapkan dapat lebih memotivasi para penerima bantuan, sehingga para anak yatim, piatu dan anak yatim piatu bisa bersekolah kembali.

“Saya berharap bantuan ini, dapat mengurangi siswa se Kabupaten Buleleng di drop out ataupun tidak, memiliki rasa malu karena pakaian yang digunakan sudah kusut,” tutupnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00