• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

100 KK Miskin di Sragen Terima Bantuan Bedah RTLH

2 December
21:30 2019
0 Votes (0)

KBRN, Sragen: Seratus KK (kepala keluarga) di Sragen akhir tahun ini mendapatkan bantuan bedah rumah tidak layak huni (RTLH) dari Kementerian Sosial. Perbaikan100 RTLH ditargetkan selesai akhir Desember.

Bantuan perbaikan RTLH untuk 100 kepala keluarga yang tersebar di 6 kecamatan masing-masing Rp 15 juta. Bantuan RTLH diserahkan Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati di rumah dinasnya Senin (2/12/2019) sore. 

Kepada wartawan Bupati menegaskan, pemberian bantuan bedah rumah ini sedikit banyak untuk membantu mengentaskan kemiskinan di Bumi Sukowati. Namun secara angka pengentasan kemiskinan masih jauh api dari panggang. 

"Ada 260 ribu BDT (basis data terpadu) kita. Bertahap kita, semoga meringankan kemiskinan di Sragen. Seratus itu jumlah uang kecil sekali," ungkap Bupati Yuni.

Bupati menyayangkan datangnya bantuan tersebut yang mepet diakhir tahun anggaran 2019. Praktis 100 KK di enam kecaman, Kalijambe, Plupuh
Sukodono, Gemolong, Gesi dan Jenar, ini hanya memiliki waktu 28 hari kedepan untuk membangun rumah dari awal sampai selesai.

Karena memang dari sana baru selesai, makannya kita dikejar target SPJ nya. Papernya panjang, baru seminggu ini cair," ujar Yuni.

Oleh sebab itu bupati menugaskan camat langsung mengawasi dan sekaligus mendampingi para kelompok penerima bantuan bedah rumah ini. Sebab perbaikan rumah tersebut harus selesai tepat waktu.

"Makannya kami minta camat mengawasi langsung," katanya.

Di kesempatan yang sama Kepala UPTPK sekaligus Kabid Penanganan Fakir Miskin Dinsos Sragen Nunuk Sri Rejeki mengatakan, setiap KK masing masing menerima bantuan Rp 15 juta untuk perbaikan rumah. Bantuan untuk warga yang masuk Basik Data Terpadu (BDT) Kemensos diwujudkan uang kemudian dibelanjakan bahan bangunan. 

"Ini semua yang terima bantuan masuk BDT. Ini usulan kita, memang dari pusat kita tidak dapat. Setelah ada usulan dikasih 100 KK ini," terang Nunuk.

Sementara itu warga penerima bantuan RTLH Lasimin dari Gemolong mengaku berat untuk menuntaskan pembangunan rumah dalam waktu sebulan. Apalagi bantuan hanya Rp 15 juta, pihaknya harus mencari tambah agar dapat mengganti dinding rumahnya dari anyaman bambu menjadi tembok.

"Berat mas, rumah saya gedek bambu, ini mau ditembok.ini bantuan Rp 15 juta, tidak tau nanti anaknya gimana," ujar dia dalam bahasa Jawa.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00