• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

Mahfud MD Bantah Pernyataan Rizieq Shihab di Reuni 212

2 December
18:21 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta: Menteri Kordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD membantah pernyataan Imam Besar Ormas Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) soal polemik status kepulangannya ke tanah air dalam sambungan Video di tengah Aksi Reuni 212 di Jakarta, Senin (2/11/2019).

Berdasarkan hasil komunikasi Mahfud dengan Kedutaan Besar RI di Arab Saudi, hingga kini Habib Rizieq Shihab tidak pernah mendatanngi Kedubes RI disana untuk melaporkan masalahnya yang tengah dihadapinya.

"Ga ada, saya sudah bicara dengan kedubes, ndak pernah, dia ga pernah datang," ungkap Mahfud dalam momen doorstop harian bersamanya di Kantor Kemenkopolhukam, Gambir, Jakarta, Senin (2/11/2019).

Meski begitu, Mahfud menyebutkan ada seseorang yang pernah mendatangi kediaman HRS sapaan akrab Habib Rizieq Shihab di Arab Saudi untuk menanyakan permasalahannya. Namun Mahfud dalam keterangannya tak merinci orang yang dimaksud, apakah utusan tersebut merupakan Ketua Pos Badan Intelijen Negara (BIN) yang ada di KBRI Riyadh seperti yang disampaikan HRS atau bukan.

Mahfud kemudian menegaskan Pentolan Ormas FPI tersbut belum pernah melaporkan permasalahannya ke Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Kedubes RI di Arab Saudi.

"Dia menganggap pemerintah ilegal, memang ada orang yang mendatangi dia, tanya, tapi dia sendiri tidak pernah melapor, kapan gitu laporannya," tuturnya.

Sebelumnya, Pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab membantah ucapan Menko Polhukam Mahfud MD yang menyebut dirinya tidak pernah melaporkan masalahnya ke Pemerintah Indonesia. Bantahan itu disampaikan Rizieq dalam sambutannya lewat video pada acara reuni 212 di Monas, Jakarta Pusat, Senin (2/12) pagi.

"Bahwa pada saat terjadi pencekalan pihak yang pertama kali saya hubungi dan saya beritahukan adalah pihak otoritas pemerintah Republik Indonesia," kata Rizieq dalam video.

Bahkan, kata Rizieq, Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi mengirim utusan resmi ke kediamannya di kota Mekkah.

Utusan yang dikirim ialah Ketua Pos Badan Intelijen Negara (BIN) yang ada di KBRI Riyadh, Arab Saudi untuk meminta keterangan Rizieq.

Menurut Rizieq, utusan tersebut juga meminta salinan dokumen dirinya seperti paspor dan visa.

 "Bahkan, handphone dari pos BIN dari KBRI tersebut saya sempat bicara dengan Pak Dubes, saya sempat menawarkan Pak Dubes untuk mampir ke rumah saya untuk datang ke kota suci Mekkah," ujar Habib.

Rizieq juga mengaku diperintahkan oleh Dubes Indonesia untuk Arab Saudi untuk memberi keterangan selengkap-lengkapnya pada utusan KBRI tersebut.

"Apakah ini bukan laporan namanya?" ucap dia.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00