• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

HRS Ucap Nama Sukmawati Soal Penistaan Agama, Ini Kata Humas PKS

2 December
16:58 2019
2 Votes (1.5)

KBRN, Jakarta : Pelaksanaan Munajat dan Maulid Akbar 2019 Reuni Mujahid 212 berjalan aman dan tertib di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Senin (02/12/2019).

Sebelum pelaksanaan, banyak berita simpang siur mengenai kemungkinan jumlah peserta yang hadir. Banyak media sampai pengamat saling umbar prakiraan dari puluhan ribu hingga jutaan orang. 

Menanggapi jumlah massa yang hadir dalam Reuni 212 hari ini, Kabid Humas DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Zakaria Maulana Alif menuturkan, ia kurang memahami secara detil mengenai angka yang dimaksudkan. Akan tetapi, yang diketahui massa memang sudah mulai berdatangan sejak Minggu malam, 01 Desember 2019, hingga Senin dini hari, 02 Desember 2019.

"Saya kurang paham kalau jumlahnya, tapi sejak semalam mereka (massa) sudah hadir. Bahkan sampai ada kegiatan shalat malam/ tahajud berjamaah," ujar Zakaria kepada RRI di Jakarta, Senin (02/12/2019).

Dirinya lanjut menuturkan, jika hendak membandingkan dengan aksi-aksi (acara) sebelumnya, Reuni 212 hari ini diakui lebih sedikit pesertanya dibandingkan yang pertama.

"Lebih banyak 212 yang awal pastinya. Tapi sebenarnya reuni 212 ini esensinya menjaga ukhuwwah dan obor perjuangan umat Islam, agar jangan ada penistaan-penistaan kembali terhadap simbol-simbol agama. Kemudian, hari ini 'kan hari kerja, jadi ya tidak semuanya kaum muslimin bisa ikut hadir," kata dia.

BACA JUGA: Humas PKS Temui Rizieq Shihab Sebelum Reuni 212

Sementara itu, banyak media mengangkat pidato Habib Rizieq Shihab (HRS) lewat rekaman video yang menyinggung soal penistaan agama yang diduga dilakukan Sukmawati Soekarnoputri. Menanggapi ini, Zakaria menyampaikan hal mengejutkan.

"Saya tidak dengar kalau tadi beliau (HRS) bicara tentang Sukmawati," tegasnya.

Berikut cara pandang PKS mengenai Reuni 212 pada Senin, 02 Desember 2019, yang keluarkan dalam bentuk siaran pers oleh Sekjen DPP PKS Mustafa Kamal:

PKS Menyerukan Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW dan Reuni 212 sebagai Ajang Peneguhan Kebersamaan Keumatan dan Kebangsaan di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Pukul 03.00-09.30 WIB, berikut ini kami sampaikan pernyataan sikap Dewan Pengurus Pusat Partai Keadilan Sejahtera (DPP PKS):

1. PKS memandang Reuni 212 merupakan gerakan sosial atas dasar kesadaran keagamaan dan kebangsaan yang berperan penting dalam menjaga Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan mengukuhkan NKRI. Karena itu selain Reuni, PKS mendorong gerakan 212 proaktif memberikan kontribusi dalam menyelesaikan persoalan-persoalan riil umat dan bangsa dalam berbagai bidang, terutama dalam bidang ekonomi, pemberantasan korupsi, dan kerukunan antarumat beragama. 

2. PKS menyerukan agar Reuni 212 menjadi ajang peneguhan kebersamaan keumatan dan kebangsaan, menguatkan rasa saling memiliki NKRI, mengukuhkan kebersamaan dalam menjayakan Indonesia, dan meningkatkan rasa saling percaya antar sesama anak bangsa, baik dalam bingkai ukhuwah Islamiyah maupun ukhuwah wathaniyah dan basyariyah.

3. PKS menghimbau kepada peserta Reuni 212 agar bersama-sama menjaga ketertiban, keamanan, kebersihan, dan menaati peraturan perundang-undangan yang berlaku sebagaimana dilakukan pada Reuni 212 sebelumnya. Kami juga meminta agar semua pihak waspada jika ada pihak-pihak yang menjadikan acara ini untuk tujuan di luar memperkuat kebersamaan keumatan dan kebangsaan serta melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku. 

4. PKS mengapresiasi Pemprov DKI Jakarta, Kepolisian Republik Indonesia serta pemerintah pusat yang telah memberikan izin pelaksanaan Maulid Akbar dan Reuni 212 sehingga menjadi jaminan bagi panitia dan peserta bahwa acara dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya. Karena itu PKS mempersilakan para anggota dan simpatisan PKS, sebagai bagian dari umat dan bangsa, untuk hadir dan mensukseskan Maulid Akbar dan Reuni 212 tersebut. Kepada keluarga besar PKS yang akan hadir kami minta agar berbaur dan menyambung silaturahmi dengan para peserta di lapangan, demi terciptanya rasa kebersamaan keumatan, kebangsaan dan kemanusiaan. Sejalan dengan itu, kami juga minta keluarga besar PKS membawa Bendera Merah Putih dan tidak memakai baju PKS dan atribut-atribut partai lainnya.

Demikian pernyataan pers ini kami sampaikan. Semoga persaudaraan antar sesama elemen bangsa semakin kukuh dalam bingkai NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Terima kasih.

Atas nama DPP PKS
H. Mustafa Kamal, S.S
Sekjen DPP PKS

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00