• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Wapres RI Ingatkan Masyarakat Pentingnya Akses Air Bersih dan Sanitasi

2 December
16:43 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Air bersih dan sanitasi tentunya merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat dunia, tak terkecuali sekitar 250 juta penduduk Indonesia. Namun, sayangnya akses terhadap air besih dan sanitasi tersebut masih rendah di Indonesia. Banyak faktor yang menyebabkan terjadinya hal tersebut, salah satunya adalah masih rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya mendapatkan akses air bersih dan sanitasi.

Data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS), menyebut rumah tangga dengan indikator rumah layak huni pada tahun 2018, baru sekitar 54 persen yang memiliki akses air bersih dan sanitasi.

Hal itu berdampak pada posisi Indonesia yang berada pada urutan terendah untuk akses air minum dan nomor dua terendah untuk akses sanitasi, dari negara-negara G-20.

Wakil Presiden RI, Ma'ruf Amin, mengatakan penyediaan akses air bersih dan sanitasi baik di perkotaan maupun pedesaan, dapat dilakukan dengan semaksimal dan secepat mungkin, terutama  bagi pengadaan akses air minum perpipaany yang masih menjadi kebutuhan pada sejumlah wilayah.

"Ya, kita harap justru pemerintah mendorong supaya penyediaan air minum perpipaan ini terus digalakkan. OKI sangat  berharap konferensi ini nanti merumuskan supaya penyediaan itu menjadi dipercepat. Tentu saja daerah-daearah yang belum tersedia, terutama perkotaan. Kemudian sebagian daripada pedesaan dan kita harap pokoknya ada percepatanlah penyediaan itu dari setiap daerah," katanya ketika ditemui usai membuka Konferensi Sanitasi dan Air Minum Nasional (KSAN) 2019, Senin (2/12/2019), di Jakarta. 

"Dan juga sanitasi, jangan BABS di sembarangan tempat. Jadi programnya saya lihat sudah, tinggal perencanannya sudah ada, tinggal bagaimana mempercepat prosesnya," imbuhnya.

Wapres menekankan, masih rendahnya kesadaran sebagian masyarakat akan pentingnya akses air bersih dan sanitasi, diharapkan dapat dibarengi dengan peningkatan kesadaran terhadap pengelolaan air limbah guna mendukung tercapainya tujuan pembangunan berkelanjutan.

"Itu yang sekarang sedang dirumuskan di Bappenas, untuk dibuat perencanaannya supaya bukan saja penyediaan sanitasi, air bersih, bahkan pengelolaan limbah sesudahnya itu juga sudah harus kita pikirkan. Sebab, itu juga menjadi masalah yang dituntut dalam rangka melaksanakan SDGs sebagai anggota negara G-20," terangnya.

Menurut Wapres, akses air bersih dan sanitasi yang merupakan bagian dari unsur kesehatan, menjadi faktor-faktor pendukung tercapainya visi misi kabinet Indonesia Maju yang turut memfokuskan pada pembentukan SDM unggul.

"SDM unggul harus memiliki kesehatan baik dan memiliki akses air bersih dan sanitasi yang layak. Minimnya akses air bersih dan sanitasi adalah awal munculnya masalah kesehatan seperti "stunting" (kerdil), yang menjadi prioritas pemerintah untuk ditangani," tegas Wapres.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS), Suharso Manoarfa, mengatakan, dalam periode 2011 - 2018 Indonesia berhasil meningkatkan akses sanitasi air limbah domestik yang layak serta menurunkan praktek buang air besar sembarangan (BABS).

"Indonesia saat ini berhasil meningkatkan akses sanitasi air limbah domestik yang layak, dari 58,44 persen tahun 2011 menjadi 74,58 persen ditahun 2018 dan menurunkan tingkat praktek BABS atau buang air besar sembarangan di tempat terbuka dari 19,39 persen ditahun 2011 menjadi 9,36 persen tahun 2018. Rumahtangga yang memiliki pengelolaan air limbah domestik yang aman baru 7,42 persen," papar Suharso.

Dijelaskan Suharso meski berhasil meningkatkan akses air minum layak dalam 8 tahun terakhir, namun kurang dari 25 persennya yang merupakan akses air bersih perpipaan.

"Untuk air minum yang layak Indonesia juga berhasil meningkatkan akses layak dari 82,14 persen ditahun 2011 menjadi 87,75 persen ditahun 2018. Namun, baru 20,14 persen yang merupakan akses air minum air bersih perpipaan. Sisanya, dilakukan dengan swadaya," tambahnya lagi.

Sementara, KSAN 2019 kali ini mengusung tema "Menuju layanan sanitasi dan air minum yang aman, inovatif dan berkelanjutan untuk semua dalam rangka mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG's).Fokus tema itupun berkaitan erat untuk menyukseskan 17 tujuan SDG's, khususnya tujuan nomor 6. 

Sedangkan, KSAN 2019 juga dirangkaikan dengan penyerahan penghargaan Air Minum dan Penyehatan Lingkungan (AMPL) Awards. Kali ini terdapat 11 kabupaten/kota dan komunitas berhasil meraih AMPL Awards. Diantaranya, kabupaten Karanganyar, kabupaten Muara Enem, kota Surakarta, kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Ogan Hilir, serta BKM Lestari Bulu Kumba. (Foto:Dok.Setwapres RI)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00