• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Presiden Tidak Ingin Amandemen Undang-Undang

2 December
15:05 2019
1 Votes (5)

KBRN, Jakarta : Presiden Joko Widodo menyatakan, dirinya tidak setuju dengan wacana amandemen Undang-Undang Dasar 1945. Menurut Kepala Negara, lebih baik memikirkan dan menyelesaikan masalah tekanan dari luar yang sulit untuk diselesaikan, daripada membahas masalah Amandemen Undang-Undang.

Wacana Amandemen UUD 1945 yang berbuntut pada timbulnya perpanjangan masa jabatan presiden menjadi 3 periode, juga sudah didengar oleh Presiden Joko Widodo. Mendengar wacana amandemen dan perpanjangan masa jabatan presiden menjadi 3 periode, Presiden Joko Widodo tersenyum. Ia menyatakan, bahwa selama ini dirinya adalah presiden yang dipilih langsung oleh rakyat berdasarkan hasil pemilihan umum langsung. Dalam acara bincang-bincang santai dengan wartawan Istana, Presiden secara tegas menyatakan, tidak setuju dengan amandemen. Menurutnya, lebih baik memikirkan dan menyelesaikan masalah tekanan dari luar yang sulit untuk diselesaikan, daripada membahas masalah Amandemen Undang-Undang. 

"Sejak awal sudah saya sampaikan. Bahwa saya produk dari pemilihan langsung. Sehingga, waktu ada keinginan ada amandemen, apa jawaban saya, apakah bisa yang namanya amandemen hanya dibatasi untuk Haluan Negara. Apakah tidak melebar kemana-mana. Kayak sekarang ini kan kenyataannya seperti itu. Ada yang lari (mengarah) presiden dipilih MPR, presiden 3 periode, presiden 1 kali (masa jabatan) tapi 8 tahun. Kemana-mana (isunya)." Ujar Presiden di Istana Merdeka, pada Senin (02/12/19). 


Menurut Jokowi, ada hal yang lebih penting untuk dibahas selain amandemen dan perpanjangan masa jabatan presiden. 

"Jadi lebih baik tidak usah amandemen. Kita konsentrasi saja ke tekanan-tekanan eksternal yang sekarang ini ada, (karena) bukan hal mudah untuk diselesaikan." Lanjut Presiden menjelaskan.

Jokowi juga berpandangan, mengeluarkan wacana amandemen dan wacana perpanjangan masa jabatan merupakan salah satu bentuk upaya menjatuhkan dirinya. 

"Ada yang ngomong, presiden dipilih 3 periode. Itu ada 3 (jenis maksud) buat saya : yang pertama ingin nampar saya, yang ke 2 ingin cari muka, padahal saya sudah punya muka, dan yang ke 3 ingin menjerumuskan." Pungkas Presiden secara serius. (PR)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00