• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

Suara Majelis Hakim Kumur Kumur, Jemaah Pesimis Gugatannya di Kabulkan

2 December
12:40 2019
0 Votes (0)

KBRN, Depok: Sejumlah jemaah First Travel (FT) kesal saat mengikuti sidang putusan kasus FT di Pengadilan Negeri (PN) Kota Depok. Pasalnya suara majelis hakim yang membacakan putusan tidak terdengar dengan jelas di dalam ruang sidang Garuda PN Kota Depok yang penuh sesak dengan manusia.

Sidang putusan gugatan perdata perbuatan melawan hukum (PMH) yang dilayangkan puluhan agent FT melawan Dirut FT Andika Surachman dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Depok yang di mulai sejak pukul 10:00 WIB untuk mendengarkan amar putusan majelis hakim atas gugatan jemaah yang menuntut Andika memenuhi janjinya memberangkatkan jemaah umrah.

Alih-alih tuntutan di kabulkan, beberapa jemaah sudah keburu kesal karena merasa tidak puas dengan suara majelis hakim yang nyaris tidak terdengar saat membacakan putusan.

Atik warga Serpong merasa pesimis, gugatan mereka menang, karena samar-samar dia mendengar majelis hakim menolak beberapa gugatan jemaah saat membacakan putusan.

"Pesimislah, karena gugatan-gugatannya ngga kuat inilah, ngga kuat itulah. Lagian ngga jelas suaranya, kepala saya udah pusing mendengarnya," tutur Atik kepada RRI di lokasi Senin (2/12/2019).

Nova korban lainnya, juga merasakan hal yang sama. Dia tidak dapat mendengar dengan jelas apa yang dibacakan majelis hakim dalam sidang putusan ini.

"Udah kayak ayan sayur aja. Ngga tahu saya ntah apa yang dibacakan majelis hakim, ngga kedengaran jelas," ujarnya.

Madani (63) warga Tangerang ini mengatakan tidak pernah puas ketika mendengar majelis hakim membacakan putusan, bahkan sejak mengukuti sidang di Kemayoran tahun 2018 lalu. Dia pun mengeluhkan ketika majelis hakim membacakan putusan dengan istilah-istilah yang tidak dipahami oleh orang awam.

"Sejak jaman sidang di Kemayoran begini-begini aja terus sidangnya. Dari sidang di Kemayoran udah berapa kali sidang coba ongkos udah berapa," kata Madani.

Pensiunan TNI AL ini sebenarnya sudah pasrah namun putusan majelis hakim tidak pernah memuaskan. Apakah gugatan mereka di kabulkan atau tidak mereka ingin mendengarnya dengan jelas.

"Ya kalo memang mau di ganti ya di ganti. Kalo memang nyerah ya nyerah, biar aja mereka menanggung dosa. Itu SK pensiunan saya yang saya gadaikan untuk bayar umrah ke FT," tandas warga Tanah Tinggi, Tangerang itu.

Pantauan RRI, saat sidang digelar, PN Kota Depok tidak memasang speaker pengeras suara di depan ruang sidang. Sehingga korban dan pengunjung berjubel di dalam ruang sidang hendak mengikuti jalannya persidangan.

Namun, suara majelis hakim yang dipimpin oleh Ramon Wahyudi sebagai Hakim Ketua bersama Yulinda dan Nugraha Perkasa selaku Hakim Aggota tidak terlalu jelas tedengar.

  • Tentang Penulis

    Rido Lingga, S.Kom

    Jurnalis Radio Republik Indonesia | RRI Jakarta | email: lin99a@gmail.com

  • Tentang Editor

    Azis Zulkarnaen

    Editor RRI Bandung

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00