• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Politik

Waketum Gerindra: Kalau FPI jadi Parpol, Habib Rizieq Punya Kans Besar Nyapres

30 November
20:09 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab punya peluang yang besar untuk menjadi calon presiden, jika organisasi keagamaan yang dipimpinnya dijadikan sebagai partai politik (parpol).

"Kalau FPI jadi Parpol, Habib Rizieq punya kans besar nyapres," kata Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Arief Poyuono kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (30/11/2019).

Maka demikian, Arief pun menyarankan agar FPI bertransformasi dan mendaftarkan diri menjadi parpol. Hal itu juga menurut dia berguna agar tidak ada pihak lagi yang mempersoalkan atau keberatan jika FPI membuat sebuah acara. Sebab, syarat sebuah parpol adalah berideologi Pancasila.

“Supaya FPI enggak selalu dipersoalkan kalau buat acara, dan terjadi pro kontra di masyarakat usul saya FPI dari ormas jadi parpol aja, jadi jelas ideologinya pasti Pancasila,” tandasnya.

Untuk itu menurut dia, penting bagi FPI untuk berhitung dan menimbang tentang ormas tersebut nanti bisa memiliki perwakilan di 75 persen kabupaten dan 33 provinsi di Indonesia saat dibentuk sebagai parpol.

"Terkait ide NKRI Bersyariah yang diperjuangkan FPI selama ini jadi nanti bisa terealisasi jika FPI jadi parpol dan jadi pemenang mayoritas” lanjutnya.

Diuraikan Arief, Habib Rizieq punya peluang untuk nyapres karena FPI punya modal dengan gerakan 212.

“Pasti FPI kalau jadi parpol akan bisa jadi parpol besar yang mewakili umat Islam nantinya,” imbuhnya.

Arief mengusulkan itu untuk menanggapi Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD yang menyatakan bahwa pemerintah belum bisa menerbitkan surat perpanjangan izin ormas FPI karena masih terganjal persoalan anggaran dasar, anggaran rumah tangga (AD/ ART).

Terkait soal FPI yang masih berpolemik lantaran AD/ ART nya tidak mencantumkan Pancasila sebagai asas organisasinya, jika menjadi parpol maka organisasi besutan Riziek Shihab itu wajib mengikuti aturan. 

“Ya kalau parpol ya harus mencantum Pancasila dong,” demikian Arief. (Foto: Tangkap Layar YouTube/ Kompas TV)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00