• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kuliner Nusantara

Jajanan Malam Ekstrim di Pasar Lama Tangerang ada Daging Ular dan Biawak

30 November
17:32 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Di ujung Jalan Kisamaun, kawasan Pasar Lama Tangerang terdapat warung ikonik yang menjual hal tak biasa. Warung tersebut menjual berbagai macam olahan daging ular dan biawak yang setiap malamnya selalu ramai dikunjungi pembeli.

Warung Tenda Dua Cobra milik Kang Aat yang terlihat ramai setiap malam itu selalu menjadi sasaran penikmat makanan. Warung tenda kaki lima ini sudah berdiri sejak tahun 2002. 

Sampai sekarang masih menjadi salah satu warung di Tangerang yang menjual berbagai pilihan olahan hewan ekstrem.

“Awalnya kakaknya yang punya buka di Gerendeng. Terus dia menikah, adiknya ikutan jualan ini di Pasar Lama,” jelas Samsul salah seorang pegawai di warung Kang Aat, Sabtu (30/11/2019).

Ia mengaku bahwa ide awal berjualan ular dan biawak adalah untuk mencari celah bisnis dengan menawarkan makanan yang tak lazim. Hal itu diharapkan bisa menarik perhatian para pembeli.

Setiap malamnya, warung ini selalu ramai dikunjungi pembeli. Ada yang memang penyuka daging ular dan biawak, ada juga yang datang karena alasan kesehatan. Samsul mengaku bisa menjual sekitar 20 ekor ular setiap harinya.

“Di sini ada sate, sop, dan goreng krispy ular dan biawak. Ada juga darah ular, empedu ular, dan sumsum ular. Kalau yang nyari juga ada abon ular dan biawak, juga salep ular. Itu buat pengobatan.”ujar Aat lagi.
 

Jadi, Warung Tenda Dua Cobra ini merupakan salah satu warung ikonik di Pasar Lama Tangerang yang menjual berbagai varian olahan kuliner ekstrem dari ular dan biawak.

“Di sini ada sate, sop, dan goreng krispy ular dan biawak. Ada juga darah ular, empedu ular, dan sumsum ular. Kalau yang nyari juga ada abon ular dan biawak, juga salep ular. Itu buat pengobatan" Ujar samsul pemilik warungTndang Dua Cobra.

Berbagai olahan ular dan biawak ini memang dipercaya sebagai obat penyakit kulit. Samsul sendiri mengklaim hal itu benar adanya.

Hal itu juga yang dipercaya oleh Lim, seorang pelanggan yang sengaja datang untuk mencoba darah dan empedu ular.

“Iya tahu dari teman. Dia ada penyakit kulit dan katanya rutin makan daging ular sama minum darahnya juga terus katanya kondisinya tidak terlalu parah. Jadi saya coba ke sini,” jelas Lim yang berkunjung dari Serpong, Sabtu(30/11/2019).

Urusan bumbu, Samsul mengaku menggunakan bumbu biasa seperti sate pada umumnya. Perbedaan terletak di bumbu yang digunakan pada sup ular dan biawak.

Mereka menggunakan bahan angkak yang merupakan beras berwarna merah yang dipercaya berkhasiat untuk menambah darah.

“Bumbu biasa aja. Kalau digoreng ya bumbu ayam goreng. Perbedaannya antara biawak sama ular sih, kalau ular rasanya mirip ayam kalau biawak rasanya mirip daging kambing. Beda di tekstur seratnya aja,” kata Samsul.

Bagi kamu yang ingin mencoba kuliner ekstrem ini, bisa berkunjung ke warung Tenda Dua Cobra di Jalan Kisamaun Pasar Lama Tangerang. Tak jauh dari toko komputer Penguin.

Untuk menikmati sajian di sini, kamu perlu merogoh kocek sebesar Rp 24.000 untuk seporsi menu sate dan goreng krispy serta Rp 20.000 untuk seporsi sup. Warung ini buka setiap hari mulai pukul 17.00 – 23.00 WIB.( Foto: istimewa)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00