• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Teknologi

Jajal LRT, Menristek: Sangat Mulus, Hampir Tak Ada 'Noise'

28 November
16:22 2019
1 Votes (5)

KBRN, Jakarta : Menteri Riset dan Teknologi (Menristek)/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, didampingi istri Ny Irina Justina, Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza, dan Dirut PT INKA Budi Noviantoro, hari ini meninjau proyek Light Rail Transit (LRT) Jabodebek. Peninjauan itu pun berlanjut hingga uji jalan rangkaian kereta LRT Jabodebek, bertolak dari Stasiun Harjamukti Depok ke Stasiun Ciracas, Jakarta Timur, hingga kembali ke Stasiun Harjamukti.

Usai mencoba kereta LRT, Menristek  Bambang mengaku puas dengan LRT Jabodebek. Menurutnya, kereta yang dibangun oleh PT INKA dan didampingi oleh BPPT mulai dari desain hingga pengujian ini, jalannya sangat mulus dan tidak bising. 

"Operasional sangat mulus jalannya lancar, hampir tidak ada noise," ujar Bambang di Stasiun LRT Harjamukti, Depok, Kamis (28/11/2019).

Menurutnya, ini menunjukkan kemampuan putra-putri bangsa Indonesi melalui PT INKA dengan dibantu berbagai lembaga, BPPT, LIPI maupun beberapa perguruan tinggi sudah sampai kepada teknologi kereta api yang diyakini ke depan akan sangat dibutuhkan Indonesia. 

Menristek juga memuji gerbong LRT yang dianggap berkualitas dan pengoperasian kereta yang lancar.

"Kami melihat bahwa pengoperasian gerbong LRT tadi, paling tidak satu stasiun itu berlangsung dengan sangat baik. Artinya, kualitas dari gerbongnya sendiri, kualitas dari perjalanannya operasionalnya juga mulus," kata Bambang.

Menanggapi pernyataan Menristek ini, Kepala BPPT menyebut bahwa pihaknya sejak awal pembangunan LRT ini, terus melakukan pendampingan teknologi kepada PT INKA.

"Mulai dari desain kereta LRT, uji beban, uji persinyalan, hingga ke uji bangunan stasiun LRT, BPPT terus mendukung PT INKA," jelas Hammam kepada awak media.

Audit teknologi, sebut Hammam, juga dilaksanakan oleh BPPT agar LRT Jabodebek ini sesuai dengan standar internasional.Tim BPPT, lanjutnya, sejak 2018 lalu, telah melakukan pengujian terhadap carbody LRT Jabodebek di fasilitas PT INKA Madiun. 

Aspek RAMS atau Reliability, Availability, Maintainability and Safety, jelas Hammam, menjadi titik perhatian. Di dalam aspek RAMS, BPPT juga menyoroti perihal Review, Validasi, dan Verifikasi Desain dalam setiap langkah proses pengembangan teknis dan sistem kerja di dalam kereta api.

"Kontribusi utama BPPT secara teknis adalah agar aspek RAMS terpenuhi. Seperti untuk komponen utama yang disepakati, antara lain seperti Door System, dan Bogie. Jadi selama proses rancang bangun dan rekayasa ini, maka Project Management pembuatan LRT, serta pengawasan terhadap Quality Process menjadi perhatian besar. Pengawasan Quality Process, melalui fasilitas pengujian BPPT," rincinya.

Uji beban dan kebisingan atau noise, sebutnya, juga dilakukan oleh BPPT dalam pembangunan LRT tersebut. Uji kekuatan struktur dan noise kereta LRT Jabodebek ini dilakukan guna memberikan keamanan dan kenyamanan bagi pengguna LRT.

"Uji beban atau kekuatan struktur LRT itu, bagaimana jika diberi beban yang besar, dapat terus berjalan dengan aman. Kemudian rekomendasi desain terkait kebisingan (noise) dan vibrasi untuk kenyamanan selama perjalanan LRT ditujukan agar penumpang dapat berkomunikasi dengan nyaman selama perjalanan di dalam LRT dan penduduk sekitar daerah yang dilewati LRT tidak terganggu kebisingan," paparnya.

Lebih lanjut Hammam menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan penguasaan dan pendayagunaan teknologi, hingga menjadi inovasi yg dipakai bangsa sendiri. Contohnya untuk LRT ini, yang akan terus dikembangkan  agar grade of automation (GoA) dan SIL atau System Interlocking-nya semakin meningkat grading nya.

"Grade of automation kereta LRT ini sudah standar dunia. Iot dan AI, dapat dimanfaatkan agar kereta ini level otomatisasinya semakin tinggi.  semakin otomatis. Saat ini GoA di level 3 dan SIL nya level 4. Ke depan kita akan terus kuasai teknologi tersebut, untuk meningkatkan TKDN di dalam infrastruktur yang dibangun, guna mewujudkan Indonesia Maju," pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00