• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya dan Wisata

Ponti Gea: Film Sang Prawira, Mimpi Yang Menjadi Kenyataan

25 November
16:28 2019
0 Votes (0)

KBRN, Gunungsitoli: Mimpi yang menjadi kenyataan, demikian kalimat Ponti Gea  melukiskan kisahnya menyutradarai Film Sang Prawira, yang tayang perdana tanggal 28 November 2019.

“Saya ingat 2 tahun yang lalu ketika RRI Gunungsitoli mewawancara saya tentang apa mimpi saya, jawaban saya kala itu adalah ingin membuat film layar lebar, dan puji Tuhan akhirnya menjadi kenyataan”, tutur Ponti via telepon selulernya, Senin (25/11/2019).

Tantangan terberat yang ia hadapi selama menjadi sutradara film Sang Prawira adalah bagaimana ia mengarahkan para pemain-pemain baru yang tidak punya latar belakang acting sama sekali dan para pejabat-pejabat tinggi mulai dari Kapolri, Menteri, Gubernur dan sederet pejabat lainnya.

“Tapi rasa lelah itu terbayar karena film ini berhasil memecahkan rekor MURI sebagai film dengan pemeran polisi terbanyak”, ujar Ponti.

Dibawah bendera Molakhomi Ria Gea (MRG) Film, proses syuting dimulai dari bulan Mei 2019 dan gala premiere film ini sudah digelar pada tanggal 23 November 2019.

Salah satu kerinduannya semoga Film Sang Prawira juga bisa ditonton oleh masyarakat di kepulauan Nias lewat program “Tur Layar Tancap” di 4 kabupaten 1 Kota di kepulauan Nias yang akan dilontarkannya kepada para bupati dan walikota.

“Semoga disetujui dan didukung supaya saudara-saudara saya di kepulauan Nias juga bisa menonton film ini, film ini sangat menginspirasi kita semua dan bisa ditonton bersama-sama dengan keluarga”, harapnya lagi.

Pada film Sang Prawira Ponti Gea mengangkat cerita tentang perjalanan seorang anak desa dari pinggiran Danau Toba yang sedang mewujudkan cita-citanya menjadi seorang polisi. Film ini menyuguhkan pergulatan sebuah keluarga di mana antara istri dan suami tidak sepaham dalam merancang masa depan anaknya ketika anaknya duduk di bangku SMA. Sang ayah tidak ingin ayahnya menjadi polisi sedangkan ibundanya mendukung putranya untuk menjadi polisi dan akhirnya pemeran utama menjadi polisi.

Dalam film ini penonton juga dimanjakan dengan berbagai destinasi wisata menarik di Sumatera Utara, salah satunya di desa Cagar Budaya Nasional Bawomataluo Kecamatan Fanayama Kabupaten Nias Selatan Provinsi Sumatera Utara.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00