• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kilas Bola

SAPMA PP Prihatin Atas Pengeroyokan Suporter Timnas Indonesia di Malaysia

25 November
11:14 2019
2 Votes (5)

KBRN, Jakarta : Satuan Siswa Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (SAPMA PP), menyatakan sikap atas insiden pengeroyokan dan kerusuhan suporter yang terjadi di Kuala Lumpur pada Selasa (19/11/2019) lalu. Insiden tersebut terjadi baik sebelum maupun sesudah laga babak kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia Group G antara tim nasional Malaysia versus tim nasional Indonesia.

Ketua Umum SAPMA PP, Aulia Arief mengaku bahwa penyampaian sikap ini bertujuan untuk menjaga solidaritas dan empati kepada personal maupun kelompok suporter fanatik timnas Indonesia yang mendukung langsung stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia, tempat dimana berlangsungnya pertandingan sepak bola itu.

“Kemudian atas nama rasa nasionalisme dan patriotisme, SAPMA PP dalam hal ini menuntut juga sikap kedewasaan pemerintah Malaysia khususnya Menteri Belia dan Sukan Malaysia Syed Saddiq untuk membuat pernyataan permintaan maaf secara resmi, bukan atas nama pribadi seperti yang disampaikannya melalui akun sosial media twitternya,” ujar Aulia Arief kepada wartawan di Jakarta, Senin (25/11/2019).

SAPMA PP juga berharap aparat hukum berwenang di Malaysia segera menangkap oknum pendukung timnas Malaysia yang sudah membuat gaduh, diantaranya pengeroyokan dan penjarahan kepada suporter Indonesia, juga aksi tidak terpuji baik selama di dalam maupun di luar stadion Bukit Jalil. “Masalah hukum ini bila perlu diadukan ke induk tertinggi persepakbolaan, yakni FIFA,” katanya.

Menurutnya, berkaca kepada kerusuhan di stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta pada (5/9/2019) lalu, saat pendukung timnas Malaysia diintimidasi oleh suporter fanatik timnas Indonesia, ada sikap kedewasaan yang mencerminkan bentuk tanggung jawab negara, yaitu pernyataan permohonan maaf Menteri Pemuda dan Olahraga pada saat itu yakni Imam Nahrawi.

“Kini, sikap ksatria dan kedewasaan juga perlu ditunjukkan oleh Malaysia, dan menuntut Menteri Belia dan Sukan Malaysia Syed Saddiq berani mewakili nama pemerintahan Malaysia dengan menyuarakan permintaan maaf. sebagaimana diketahui, beliau baru menyampaikan permintaan maaf atas nama pribadi, bukan pemeritahan,” tutur Aulia Arief.

SAPMA PP juga berharap kepada FIFA untuk memberikan sanksi tegas kepada tuan rumah Malaysia, mengingat kejadian ini ada dalam ranah event FIFA. “Sanksi yang tegas berupa larangan bagi timnas Malaysia untuk tidak lagi diberikan kesempatan sebagai tuan rumah, baik sebagai penyelenggara kejuaraan ataupun event yang digelar oleh FIFA,” tegasnya.

“Sikap SAPMA PP ini sekali lagi adalah wujud solidaritas dan patriotisme tinggi sebagai elemen bangsa dan negara. Maka siapapun dan dimanapun elemen bangsa dan negara Indonesia disakiti, maka kami akan bersikap membela,” pungkas Aulia Arief.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00