• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kilas Bola

Paguyuban Suporter: Investigasi Kasus Penyerangan Suporter Indonesia

23 November
08:46 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Paguyuban Suporter Timnas Indonesia (PSTI) mengecam aksi kekerasan yang dilakukan suporter Malaysia terhadap suporter Indonesia yang terjadi usai pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2022 antara timnas Malaysia melawan Indonesia di Stadion Bukit Jalil, Selasa (19/11/2019) lalu. 

Untuk itu, Pemerintah Indonesia dan PSSI untuk bekerjasama dengan pemerintahan Malaysia melakukan investigasi dengan segera kejadian kisruhnya suporter di Malaysia. Selain itu, hukum seberat-beratnya siapapun yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut

" Investigasi dengan menyelidiki bagaimana kejadian sebenarnya, mulai dari isu perampasan paspor sampai ke isu pemukulan. Lalu tindak tegas pelaku juga termasuk oknum provokator dari kedua belah pihak," kata Ketua Umum Paguyuban Suporter Timnas Indonesia (PSTI) Ignatius Indro kepada rri.co.id, Jakarta, Sabtu (23/11/2019).

Kejadian kisruhnya suporter Malaysia dan Indonesia setelah pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2022 di Malaysia tentu sangat memprihatinkan. Karena ini bukan kali pertama kejadian seperti ini terjadi. 

"Kita ingat kejadian ketika kedua Tim bertanding di Jakarta, dimana kejadian seperti itu terjadi," ujarnya. 

Menurut Indro kejadian  ini menunjukan bahwa rivalitas dalam sepak bola masih berada di atas kemanusiaan. "Ini harus kita ubah secepatnya dan tidak bisa kita biarkan berlarut larut," jelasnya. 

Indro menilai sejauh ini suporter hanya dijadikan sapi perahan dan hanya sebagai obyek bagi pemangku kebijakan persepak bolaan tanah air, tanpa adanya upaya edukasi dan juga jaminan keamanan dan kenyamanan dalam menyaksikan sebuah pertandingan sepak bola. 

" Kejadian kekerasan itu, suporterlah yang menjadi tumpuan kesalahan," tandasnya. 

Untuk itu, Paguyuban Suporter Timnas Indonesia (PSTI) mendesak  Komisi X DPR RI, PSSI, Kemenpora serta seluruh stake holder sepak bola termasuk suporter duduk bersama membuat payung hukum untuk suporter.  

"Salah satu urgensinya adalah memaksa seluruh stake holder sepak bola Indonesia untuk melakukan edukasi terhadap suporter hingga ke akar rumput," pungkasnya. 

Sebelumnya, suporter Indonesia diserang oleh suporter malaysia usai pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2022 antara timnas Malaysia melawan Indonesia di Stadion Bukit Jalil, Selasa (19/11) lalu. Bahkan, suporter Malaysia menyerang sampai di hotel tempat suporter Indonesia menginap di Kuala Lumpur.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00