• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Politik

Evaluasi Pilkada Langsung, Ganjar : Kita Seperti Tidak Pernah Belajar

20 November
23:11 2019
0 Votes (0)

KBRN, Surakarta: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo angkat bicara terkait wacana Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian yang akan mengevaluasi Pilkada langsung. Karena Pilkada langsung dianggap menelan dana cukup besar. 

Usai menghadiri peringatan Hari Anak Sedunia, di Taman Jayawijaya, Mojosongo, Jebres, Solo ganjar mengaku sudah mendengar usulan evaluasi Pilkada langsung. Menurutnya baru sebatas wacana dan kajian.

"Itu belum resmi. Masih perlu diskusi serta evaluasi ini," ungkap Ganjar kepada wartawan, Rabu (20/11/2019).

Politisi PDIP ini membenarkan Pilkada serentak memang boros dan butuh beaya banyak. Belum lagi ada money politics terjadi dan tidak bisa dipungkiri. "Berapa besar lagi yang dikeluarkan setiap Pilkada,” ujarnya.

Ganjar menegaskan, bangsa ini sudah pernah melalui sistem pemilihan tidak langsung, dimana kepala daerah dipilih oleh legislatif. Kemudian dari sistem pemilihan tidak langsung diubah menjadi pemilihan langsung. Namun dia mempertanyakan apa yang akan dilakukan bangsa ini dalam pesta demokrasi. Karena pemilihan kepala daerah dipilih oleh legislatif yang juga pernah dievaluasi.

"Mau kita lakukan. Masak mau kembali pada pemilihan kepala daerah dipilih oleh legislatif yang juga pernah dievaluasi. Kita seperti orang tidak pernah belajar," tandasnya.

Ganjar mengajak agar semua pihak mengurangi hal yang membuat ekses Pilkada mengeluarkan dana besar. Diantaranya pembatasan dana kampanye dan tidak perlu ada kampanye terbuka.

Sependapat dengan Ganjar Pranowo, Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo mengaku pilkada memang biayanya sangat besar. Namun pihaknya menyampaikan di Solo biaya pilkada dapat ditekan karena dilakukan gotong royong semua kader. 

"Tidak ada kampanye akbar yang menyedot biaya besar. Sedangkan biaya terbesar hanya digunakan untuk biaya para saksi saksi, itupun kita gotong royong," ujarnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00