• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Gubernur Sumut: Teroris Itu Sakit jiwa

19 November
22:36 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi melontarkan pernyataan keras terhadap semua tindakan terorisme, terlebih yang meledakkan diri sendiri hingga membunuh serta melukai orang lain. Edy lantas menyebutkan teroris yang meledakkan bom bunuh diri itu sebenarnya lebih layak disebut mengalami penyakit kejiwaan. Baginya, orang waras cenderung menghindari kematian, bukan malah bunuh diri. Pernyataan ini diungkapkan Edy saat mengomentari bom bunuh diri Mapolresta Medan beberapa waktu lalu.

"Teroris itu pemahaman orang sakit jiwa. Di mana-mana orang takut mati, dia malah bunuh diri, itu sakit jiwa," kata Edy kepada wartawan, Selasa (19/11/2019).

Edy juga turut mengomentari paham radikal yang dianut para teroris. Menurutnya, radikalisme adalah paham yang keliru karena membuat seseorang melakukan tindakan merugikan terhadap diri sendiri sampai orang lain.

"Itu (radikalisme) termasuk paham yang salah. Bahwa kalau nanti saya ledakkan orang lain, menciderai orang lain, orang lain jadi korban, saya jadi korban, saya masuk surga. Itu termasuk pemahaman yang salah. Orang sakit jiwa itu. Orang yang radikal itu, orang yang punya pemahaman berbeda tapi memaksakan kehendak," ujar Edy.

Edy kemudian meminta masyarakat agar menghidupkan kembali sistem keamanan lingkungan (siskamling) untuk mencegah penyebaran paham radikal di Sumatera Utara. Dia meminta masyarakat agar lekas melapor kepada pihak berwajib bila ada kegiatan atau kelompok yang mencurigakan.

Edy juga mengingatkan, sejak lama sudah ada aturan wajib lapor 1x24 jam kepada RT dan RW bagi tamu yang datang. Akan tetapi, menurutnya, siskamling juga perlu dihidupkan kembali untuk mengoptimalkan pengawasan di masyarakat. Nanti siskamling dan pengamanan juga bisa dikoordinasikan dengan Babinkamtibmas dan Babinsa.

Baca juga : Polri: Aksi Bom Medan, Aksi Balas Dendam

Seperti diketahui, ledakan terjadi di Mapolrestabes Medan pada pukul 08.45 WIB, Rabu, 13 November 2019 lalu. Terduga pelaku berinisial RMN tewas seketika saat bom meledak.

Ada 6 (enam) orang luka akibat kejadian tersebut. Mereka di antaranya 4 (empat) anggota polisi, seorang pegawai lepas, dan satu warga sipil. Hanya pelaku yang menjadi korban tewas. Ledakan bom bunuh diri tersebut juga mengakibatkan sejumlah kendaraan rusak. Tiga di antaranya kendaraan dinas dan satu kendaraan pribadi.

Sejauh ini, kepolisian sudah mengamankan istri dan mertua RMN. Kepolisian menduga RMN terpapar radikalisme dari istrinya yang kerap mengunjungi terpidana kasus terorisme di lembaga pemasyarakatan. Selain itu, Kepolisian juga menangkap puluhan terduga teroris di berbagai wilayah setelah bom bunuh diri Mapolresta Medan. Untuk wilayah Medan sendiri, ada 26 orang terduga anggota jaringan teroris yang diamankan.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00