• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Jaksa Menyapa

Dugaan Penganiayaan, Jaksa Tetapkan Wajib Lapor Oknum DPR Malut

19 November
14:55 2019
0 Votes (0)

KBRN, Ternate: Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Maluku Utara (Malut) akhirnya melimpahkan berkas dan tersangka kasus dugaan penganiayaan dengan korban, Fayakun Wattihelu yang diduga melibatkan oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Provinsi Malut.

Penyerahan berkas dan tersangka yang diduga melibatkan wakil rakyat tesebut, dilakukan pada pukul 09:30 Wit dan langsung dilakukan pemeriksaan di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Malut sebelum dialihkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Ternate pukul 14:30 Wit, Selasa (19/11/2019).

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Malut, Kombes Pol Anton Setiyawan melalui Kabid Humas, AKBP Adip Rojikan kepada RRI membenarkan adanya pelimpahan berkas dan tersangka dari penyidik ke Jaksa.

Menurutnya, dalam kasus tersebut, pihaknya bukan hanya melimpahkan berkas dan tersangka oknum anggota DPR tetapi juga terlapor yang sebelumnya juga ditetapkan sebagai tersangka atas kasus laporan balik oknum DPR.

“Iya, kasus itu sudah kita serahkan ke duanya langsung ke Jaksa tadi pagi, dan kasus itu memang kasus saling lapor,” ungkapnya.

Semantara itu Asisten Pidana Umum (Aspidum) Kejati Malut, Hartawi mengatakan, pelimpahan dua tersangka ini merupakan kasus berbeda baik kasus dugaan penganiayaan yang diduga melibatkan oknum DPR maupun kasus dugaan pencurian yang diduga dilakukan oleh pelapor dugaan penganiayaan tersebut.

“Untuk proses tahap dua kasus ini sudah kita limpahkan ke Kejari Ternate, untuk dilimpahkan ke pengadilan dalam waktu secepatnya, karena kasus keduanya sudah lengkap dan tinggal dilimpahkan saja,” ucapnya.

Disentil terkait dengan penahanan kata Aspidum, kedua tersangka telah mengajukan permohonan penagguhan penahanan untuk tidak dilakukan penahanan karena ada yang menjamin selain Penasehat Hukumnya.

“Selain penasehat hukum, dua tersangka tersangka ini juga mendapat jaminan dari keluarga, dan kalau pak Amin Drakel yang menjamin adalah ponakannya,” katanya.

Maka itu dirinya menegaskan, atas kasus tersebut kedua tersangka ini tidak dilakukan penahanan dengan pertimbangan ada jaminan serta siap melakukan pelaporan pada hari Senin dan Kamis.

“Dibebankan wajib lapor dan ini sama-sama ada pertama bangan baik dari pak Amin Drakel maupun Hj Fayakun, karena kalau satu diantara mereka ditahan dan satunya tidak maka ini akan tidak berimbang,” ucapnya.

Semantara itu oknum anggota DPR Provinsi Amin Drakel melalui Penasehat Hukum (PH) Darwis mengatakan, dalam kasus tersebut pihaknya telah melakukan upaya hukum lain termasuk dengan penangguhan penahanan.

“Untuk proses tahan atau tidak kita belum bisa sampaikan, karena klien kami masih dilakukan pemeriksaan di Kejari Ternate,” singkatnya.

Perlu diketahui, oknum DPRD Malut Amin Drakel diduga terlibat kasus penganiayaan terhadap korban Hj Fayakun Wattihelu pada Sabtu 16 Februari 2019 sekira pukul 17:00 Wit bertempat di kediamannya yang berlokasi di lingkungan Tabahawa Kelurahan Salahudin, Kecamatan Ternate Tengah, semantara Fayakun Wattihelu ditetapkan sebagai tersangka yang dilaporkan Amin Drakel atas tuduhan pencurian.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00