• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

KPK Panggil Lina Nurhasanah, Saksi Tersangka Imam Nahrawi

19 November
12:48 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini dijadwalkan memanggil sekaligus melakukan pemeriksaan terhadap saksi Lina Nurhasanah. Lina diketahui merupakan Wakil Bendahara Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). 

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan di Jakarta menjelaskan yang bersangkutan dipanggil terkait penyidikan kasus dugaan suap. Menurut Febri kasus dugaan suap dimaksud terkait penyaluran pembiayaan dengan skema bantuan pemerintah melalui Kemenpora kepada KONI Tahun Anggaran (TA) 2018.

Menurut Febri, Lina diagendakan diperiksa dalam kapasitasnya  sebagai saksi untuk tersangka Imam Nahrawi (IMR) Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia. 

“Diagendakan pemeriksaan terhadap Wakil Bendahara KONI Lina Nurhasanah dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka IMR (Imam Nahrawi)," katanya, Selasa (19/11/2019).

Febri menambahkan materi pemeriksaan Lina terkait tindak pidana korupsi suap penyaluran pembiayaan dengan skema bantuan pemerintah melalui Kemenpora pada KONI Tahun Anggaran 2018.

Lina sebelumnya pernah dipanggil sebagai saksi di Gedung Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta. Saat itu, Lina bersaksi untuk terdakwa Ending Fuad Hamidy, mantan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Sekjen KONI.

Saat itu Lina sempat menjelaskan bahwa dirinya pernah dititipi uang Rp300 juta dari Ending. Uang itu diduga terkait dengan kepentingan acara Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur.

Lina juga mengaku bahwa Ending juga memberikan uang suap sebesar  Rp 2 miliar kepada  Miftahul Ulum, mamtan asisten pribadi Imam Nahrawi. 

Sementara itu penyidik KPK sebelumnya telah menetapkan Imam dan Ulum sebagai tersangka baru dalam kasus ini. Imam diduga menerima uang dengan total Rp26,5 miliar saat dirinya masih menjabat sebagai Menpora.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00