• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Cabor

BOPI Bicara Tata Kelola Penyelenggaraan Olahraga Profesional

18 November
14:16 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) ingin semakin merangkul semua pihak yang terkait dalam penyelenggaraan event olahraga berskala nasional dan internasional. Khususnya lomba lari dan triathlon yang kini sedang marak di tengah masyarakat tanah air.

Ketua Umum BOPI, Richard Sambera mengajak semua pihak dari mulai panitia, promotor atau Event Organizer (EO), pihak federasi Pengurus Besar ataupun Penggurus Pusat (PB/PP) cabang olahraga hingga unsur keamanan yang akan memberikan izin keramaian untuk dapat lebih bersinergi. Hal ini penting demi menekan angka kecelakaan atau kematian dalam sebuah lomba lari di Indonesia yang tahun ini saja sudah merenggut tujuh nyawa. 

"Ke depan BOPI memang memiliki pekerjaan rumah yang cukup besar dalam memberikan rekomendasi kepada pihak promotor ataupun EO dalam menyelenggarakan sebuah lomba. Apapun itu namanya, seperti lari marathon, balap sepeda di berbagai daerah, atau lomba ketahanan lainnya. Tujuannya memberikan rasa aman dan nyaman kepada para peserta maupun panitia, mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan," ujar Richard dalam Kegiatan Sosialisasi BOPI terkait "Pencegahan Kasus Fatal di Event Olahraga Lomba dan Tata Kelola Penyelenggaraan Event Lomba Profesional" dikawasan Dharmawangsa, Jakarta, Senin (18/11/2019).

Hal senada juga disampaikan pengamat olahraga nasional M. Kusnaeni yang menyebut pentingnya pihak PP/PB termasuk BOPI mengetahui secara tertulis dari pihak promotor ataupun EO dalam penyelenggaraan lomba di berbagai daerah. Karena, menurut Ketua I BOPI itu, selama ini BOPI masih terasa kurang dilibatkan.

"Bopi membantu menguatkan induk organisasi melalui surat rekomendasi, demi keamanan sebuah event. "Demamnya event lari marathon dan sejenis, ke depan harus mendapatkan surat rekomendasi dari federasi (induk organisasi) dan BOPI untuk kinerja EO dalam menjaga keamanan serta kenyamanan peserta, jangan sampai ada hal-hal yang tidak diinginkan," tutur M.Kusnaeni kepada Radio Republik Indonesia (RRI), di Jakarta.

"Karena amanat Undang Undang adalah BOPI harus memantau langsung dan merekomendasi olahraga profesional di tanah air,"  kata Kusnaeni.

"Tindak pidananya bisa tidak masuk, jika persyaratan lengkap dari panitia seperti berbagai rekomendasi dari mulai federasi, izin keramaian kepolisian hingga surat rekomendasi dari BOPI semua itu clear terpenuhi dengan baik," tambah Kusnaeni.

Kegiatan Sosialisasi BOPI dalam rangka "Pencegahan Kasus Fatal di Event Olahraga Lomba dan Tata Kelola Penyelenggaraan Event Lomba Profesional", diikuti oleh sejumlah stakeholder terkait, seperti EO, komunitas lari, hingga induk organisasi terkait dengan para pembicara diantaranya perwakilan Badan Standarisasi dan Akreditasi Nasional Keolahragaan (BSANK), Lembaga Anti Dopping Indonesia (LADI), perwakilan kepolisian dan juga pihak imigrasi. 

"Saya menyabut baik dari kegiatan yang dilakukan BOPI ini, semoga dapat semakin merangkul semua pihak terkait dalam menyelenggarakan lomba apapun di tanah air ini. Tinggal ditunggu saja, hasilnya setelah sosialisasi ini berakhir," ungkap salah satu peserta yang tidak mau diketahui namanya. (Keterangan Foto : RRI)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00