• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Yamitema Laolly Penuhi Panggilan KPK Terkait Kasus Dzulmi Eldin

18 November
11:36 2019
2 Votes (3.5)

KBRN, Jakarta : Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini dijadwalkan melakukan pemeriksaan terhadap saksi Yamitema T Laoly. Yang bersangkutan akan diperiksa  dalam kapasitasnya sebagai saksi dalam kasus perkara dugaan suap yang diduga melibatkan tersangka Dzulmi Eldin, Wali Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut) non aktif.

Yamitema diketahui merupakan anak kandung Yasonna Hamonangan Laolly, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Republik Indonesia. Ini merupakan pemeriksaan pertama terhadap Yamitema sebagai saksi dalam kasus ini.

Yamitema tampak terlihat tiba di Gedung KPK Jakarta untuk memenuhi panggilan penyidik KPK dalam kapasitasnya sebagai saksi. Yamitema hanya terdiam alias tidak memberikan komentar kepada wartawan saat tiba di Gedung  KPK Jakarta pada sekitar 10:15 WIB, Senin (18/11/2019).

Sebelumnya Yamitema telah dipanggil penyidik KPK dalam kapasitasnya sebagai tetapi saat itu absen karena yang bersangkutan merasa belum menerima surat panggilan pemeriksaan.

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan di Jakarta menjelaskan pemanggilan Yamitema dilakukan KPK berkaitan dengan kasus dugaan suap yang membelit Wali Kota nonaktif Medan Dzulmi Eldin.

Dirinya menjelaskan pemeriksaan terhadap Yamitema kali ini merupakan penjadwalan ulang setelah sebelumnya tidak hadir dalam pemanggilan pemeriksaan penyidik KPK. Saat itu Yamitema tidak hadir karena merasa belum menerima surat panggilan dari KPK. Yamitema diketahui merupakan  Direktur PT Kani Jaya Sentosa. Status Yamitema dalam kasus itu adalah sebagai saksi.KPK menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus ini yakni Dzulmi Eldin, Isa Anshari dan Kasubbag Protokoler Syamsul Fitra. 

Tersangka Dzumi Eldin diduga menerima suap total Rp 330 juta. Uang itu diduga untuk menutupi kelebihan biaya perjalanan dinas ke Jepang yang ditagih kepadanya hingga mencapai Rp 800 juta.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00