• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Cabor

One Pride MMA, Usai Jatuhkan Agung, Natalex Munster Tantang Juara Theodorus Ginting

17 November
18:40 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Hanya butuh waktu 31 detik, bagi Natalex Munster untuk memenangkan Contender Fight kelas Welter di ajang olahraga beladiri Mixed Martial Arts One Pride Pro Never Quit  Fight Night 34. 
Bertarung di Tenis Indoor, Gelora Bung Karno Jakarta, Sabtu malam (16/11/2019), Natalex Munster mengkanvaskan penantangnya Agung Maulana di ronde pertama. 
Kemenangan Alex dalam contender fight kelas welter ini membawa dirinya menjadi penantang sabuk juara kelas welterweight yakni Theodorus Ginting. 

Usai naik ring Natalex menjelaskan, sebenarnya mempersiapkan diri bertarung melawan Andi Prima Rosita. Namun, seminggu sebelum bertanding Andi mengundurkan diri karena alasan pribadi dan digantikan Agung Maulana, yang juga belum terkalahkan di empat laga terakhirnya. 

Ketika pertandingan dimulai, pria kelahiran Ambon ini dengan cepat mendaratkan sebuah pukulan telak yang langsung merobohkan Agung Maulana. Seakan tidak mau membuang waktu, “Monster Alifuru”, langsung mengikuti dengan ground and pound yang membuat wasit David Stroom menghentikan pertandingan pada detik ke-31.

“Saya rasa kualitas Agung Maulana tidak seperti tadi, harusnya lebih baik dari yang tadi. Mungkin karena persiapannya yang kurang lama waktunya. Pertarungan ini juga pertarungan yang sangat emosional untuk saya, karena ketika saya masih junior Almarhum papanya Agung adalah salah satu pelatih saya di Tinju. Saat ini saya menunjukkan hasil karyanya kepada putra beliau," ujar Natalex. 

Ketika ditanya kesiapan menantang sang pemegang sabuk juara Theodorus “Singo Karo” Ginting, Natalex sangat bersemangat. 

"Untuk persiapan menghadapi Theodorus Ginting mungkin akan lebih berat lagi yah, karena title fight itu bukan pertarungan yang sembarangan dan Theo merupakan figther yang sangat komplit. Saya sangat menghargai Theo dan menantikan untuk bertemu dengan Bang Theo,” tantang Natalex Munster sambil menunjuk Theo yang ada di bangku penonton. 

“Saya tidak pernah memilih lawan dari pertama kali  saya punya karir di One Pride MMA, siapa pun pasti saya lawan. Siapapun yang dikasih promotor. Saya pasti tidak pernah bilang ngak, pasti saya bilang ia,” jawab Theo. 

Sementara itu pada pertarungan perbaikan peringkat kelas bulu, Lamhot Tambunan berhasil mengungguli Rhizal Umboh dengan Ground and Pound di ronde kedua. Pertarungan berjalan ketat dengan kedua fighter tampil seimbang di atas maupun di bawah. Titik balik Lamhot terjadi ketika ia berhasil mendapatkan posisi mount di ronde kedua dan melancarkan ground and pound untuk memaksa petarung Rhizal Umboh menyerah dengan TKO.

Berikutnya, Alpris Mantako menghentikan Aziz Kurniawan dengan ground and pound di ronde kedua. Aziz tampil dengan permainan bawah yang handal dan mempu memojokkan Alpris di ronde pertama. Alpris Mantako membalikkan keadaan pada ronde kedua. Ia mendaratkan pukulan telak ke kepala Aziz. “Superboy” pun mencoba membawa pertarungan ke bawah untuk mengulur waktu dan memulihkan diri, namun malah memberikan kesempatan bagi Alpris untuk mendominasi permainan dan memenangkan pertarungan.

Di partai pembuka di kelas bantam, Yacub Christ berhasil menghentikan petarung kawakan Tarjuman dengan ground and pound di ronde kedua. Di awal pertandingan Tarjuman tampak mendominasi Yacub pada jual beli pukulan. Kesalahan taktis dilakukan Tarjuman ketika ia membawa pertarungan ke bawah, di mana Yacub mengungguli “Ortega” dan beberapa kali hampir memaksa wasit menghentikan pertandingan. Di ronde kedua, Tarjuman memilih untuk menjaga pertarungan pada posisi berdiri. Namun, satu pukulan Yacub mendarat telak dan petarung asal Solo ini langsung melanjutkan dengan ground and pound yang mengakhiri perlawanan Tarjuman pada ronde kedua. 

One Pride Pro Never Quit adalah promotor MMA terbesar di Indonesia dengan lebih dari 200 laga per tahun serta menghadirkan 300 petarung dari 50 klub yang tersebar di Indonesia.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00