• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Istana: BTP Tak Harus Mundur Dari Parpol Jika Jadi Pimpinan Di BUMN

17 November
17:14 2019
2 Votes (4)

KBRN, Jakarta : Juru Bicara Presiden Fadjroel Rachman memastikan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (BTP) tidak harus mundur dari posisinya sebagai kader partai politik ketika nanti diangkat  menjadi salah satu pimpinan BUMN.

Fadjroel menjelaskan, tidak ada aturan tertulis yang mewajibkan BTP harus mundur sebagai kader Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan jika menjadi pimpinan di salah satu BUMN.

"Kader tidak masalah, sepanjang bukan pengurus parpol dan/atau calon legislatif dan/atau anggota legislatif. Kalau pengurus parpol menurut Permen BUMN harus mengundurkan diri, kader tidak masalah," kata Fadjroel dalam keterangan di Jakarta, Minggu (17/11/2019).

Berdasarkan hasil pembicaraan dengan Menteri BUMN, Erick Tohir, Fadjroel mengungkapkan, pengurus BUMN dipilih melalui Tim Penilai Akhir (TPA) sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 177 Tahun 2014.

"Selain itu juga memenuhi persyaratan lain sesuai Peraturan Menteri BUMN Nomor PER-02/MBU/02/2015 yaitu bukan pengurus partai politik dan/atau calon anggota legislatif dan/atau anggota legislatif. Calon anggota legislatif atau anggota legislatif terdiri dari calon/anggota DPR, DPD, DPRD, Tingkat I, dan DPRD Tingkat II," jelasnya. 

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) membenarkan kemungkinan BTP akan menempati posisi strategis di salah satu perusahaan pelat merah. Namun saat ini penempatannya masih dalam proses seleksi di Kementerian BUMN.

"Penempatannya di mana itu proses seleksi yang ada di Kementerian BUMN," katanya di Istana Negara, Jakarta, Kamis (14/11/2019).

Menurut Jokowi, BTP memiliki peluang untuk memimpin BUMN. Hal itu didasarkan pada kinerjanya. Soal jabatan yang akan diemban BTP, apakah direksi atau komisaris, Jokowi menyebut dua posisi tersebut sama-sama memungkinkan.

"Bisa dua-duanya. Kan ini proses seleksi, masih dalam proses," pungkas Jokowi.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00