• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Tanggap Bencana

Kerap Rasakan Gempa Susulan, Warga Pulau Batang Evakuasi Diri Ke Bukit

17 November
12:20 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Gempa susulan masih dirasakan warga Pulau Batang Dua, Ternate, Maluku Utara.  Kondisi ini memicu kekhawatiran warga sehingga mereka mengevakusi diri ke bukit pada malam hari.

"Warga khawatir karena setiap hari beberapa kali terjadi gempa di Batang Dua, membuat warga trauma," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo dalam keterangan tertulisnya, Minggu (17/11/2019).

Oleh karena itu, lanjutnya warga sadar akan dampak gempa dan keselamatan mereka.

"Saat malam mereka mengamankan diri naik ke atas bukit menjauhi pantai. Jelang malam tiba, mereka membangun tenda dan tidur di sana. Siang hari mereka beraktivitas seperti biasa," ujar Agus.

Pascagempa, menurut Agus,  BNPB mengirimkan tim reaksi cepat (TRC) untuk memonitor situasi di Pulau Batang Dua.  Di samping itu, personel BNPB juga membawa logistik yang dibutuhkan saat tanggap darurat.

Sebelumnya, BMKG merilis gempa susulan per 16 November 2019, pukul 09.00 WITA sebanyak 151 kali, 8 di antaranya dirasakan warga.

Sementara itu, data BNPB per 16 November 2019 mencatat 36 unit bangunan rusak ringan. Gempa selain menimbulkan kerusakan di Maluku Utara juga menyebabkan kerusakan di Kabupaten Minahasa dan Kabupaten Minahasa Tenggara, Sulawesi Utara.

Sedangkan korban luka - luka per kemarin (16/11/2019) di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara 3 orang luka ringan dan 33 unit bangunan rusak ringan. Korban dan kerusakan terjadi di Pulau Batang Dua yang terletak di dekat pusat gempa.

Korban luka-luka disebabkan tertimba batu bata dari dinding yang jatuh, sedangkan kerusakan bangunan di Kecamatan Batang Dua pada kategori rusak ringan mencakup 28 rumah warga, 3 gereja, 1 sekolah SMAN 11 dan 1 unit gedung Bank Perkreditan Rakyat.

Data kerusakan di Kabupaten Minahasa Tenggara dan Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara masing-masing 1 unit kantor dan 2 rumah dengan kategori rusak ringan.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00