• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Iuran BPJS Naik, Warga Malang Ajukan Penurunan Kelas

15 November
11:26 2019
0 Votes (0)

KBRN, Malang: Keputusan pemerintah untuk menaikan iuran bagi peserta Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan membuat beberapa peserta memutuskan untuk mengajukan penurunan kelas.

Di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Malang misalnya, selama bulan November ini, ada 500-an warga yang datang ke kantor BPJS untuk mengajukan penurunan dari sebelumnya peserta kelas II menjadi peserta kelas III. Selain itu, ada 80 peserta yang sebelumnya berada di kelas I mengajukan penurunan ke kelas II.

Kepala Bidang SDM, Umum dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Kantor Cabang Malang, Wenan Setyo Nugroho mengatakan, jumlah warga yang mengajukan kelas merupakan peserta yang datang langsung ke kantor. Sedangkan untuk peserta yang melakukan perpindahan kelas melalui aplikasi mobile JKN masih belum diketahui secara pasti.

“Kami yakin warga Malang sudah banyak yang menggunakan aplikasi mobile JKN, jadi mereka juga memanfaatkan aplikasi ini untuk layanan perpindahan kelas,” kata Wenan saat ditemui di kantor BPJS Kesehatan Cabang Malang, Jumat (15/11/2019).

Menurutnya, bagi warga yang ingin mengajukan perpindahan kelas, memang bisa datang langsung ke kantor BPJS Kesehatan ataupun memanfaatkan layanan di mobile JKN. Namun pihaknya menyarankan peserta menggunakan aplikasi dibandingkan datang langsung ke kantor. 

“Kalau menggunakan mobile JKN, masyarakat tidak perlu antre. Apalagi sebulan terakhir kami gencar mengadakan sosialisasi penggunaan mobile JKN. Saat ini pengguna mobile JKN juga terdeteksi mengalami peningkatan. Tetapi ada juga sebagian peserta yang kurang lega jika tidak datang langsung ke kantor,” tuturnya. 

Bagi warga yang mengajukan perpindahan kelas di kantor BPJS Kesehatan, hanya perlu membawa KTP dan KK, kemudian akan dilayani sesuai prosedur yang berlaku. Status perpindahan kelas ini akan otomatis berlaku pada bulan berikutnya pasca pengurusan perpindahan kelas. “Efektif perubahan kelas ini per tanggal 1 pada bulan berikutnya,” ujar Wenan. 

Meski demikian, pihaknya memastikan perbedaan kelas tidak akan membedakan kualitas layanan kesehatan bagi peserta. Yang membedakan hanya fasilitas kamar ketika yang bersangkutan harus menjalani rawat inap. “Sesuai visi misi kami tidak ada perbedaan pelayanan, seharusnya dilayani sama sesuai dengan hak peserta. Pelayanan medis ya tentunya sesuai dengan standar yang ditetapkan Kemenkes dan BPJS Kesehatan,” ungkap Wenan. 

Hingga Oktober 2019 tercatat peserta BPJS Kesehatan Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) wilayah Kota Malang sebanyak 244 ribu orang.

“Jika dilihat dari total jumlah peserta dibandingkan yang mengajukan perpindahan kelas, prosentasenya tidak banyak. Bisa jadi Yang masih banyak juga masyarakat yang menunggu keputusan pemerintah pusat, karena terkait kenaikan iuran ini masih jadi bahan rapat DPR.  Tetapi ada ada juga peserta yang tetap bertahan di kelasnya masing-masing meski ada keputusan kenaikan iuran,” pungkasnya. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00