• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Bali Segera Punya PLTG

14 November
20:23 2019
1 Votes (4)

KBRN,  Jakarta : Pemerintah melalui Kantor Kepala Staff Presiden melakukan penandatanganan kerjasama investasi dengan EPC (Engineeeing, Procurement and Construction) Contractor antara PT. PLTG (Pembangkit Listrik Tenaga Gas) Celukan Bawang dengan Shanghai Electric Group Corp (SEC).

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama PT. PLTG Celukan Bawang, Hendrianto dengan Presiden Direktur Shanghai Electric Group Corp, Yi Xiaorong di depan Kepala Staff Presiden (KSP) Moeldoko,  di Gedung Bina Graha, Jakarta, Kamis (14/11/2019) malam. 

KSP, Moeldoko mengatakan kerjasama ini diperuntukan untuk menghilangkan kekurangan kebutuhan elektrik di Bali. 

"Kerjasama antara Shanghai Electric Group Corp dengan PLTG Celukan Bawang ini berkapasitas 350 MW x 2. Ini semua guna mengantisipasi serta menghilangkan kekurangan kebutuhan elektrik di Bali, karena ke depannya kebutuhan elektrik semakin meningkat,” kata Moeldoko.

Moeldoko menekankan bahwa masing - masing pihak harus bertanggung jawab atas kualitas PLTG yang dibangun tersebut.

"Jangan meninggalkan beban bagi pemerintah kedepan. Itu juga saya tekankan. Pembangunan PLTG ini, saya inginkan apa yang dibangun bersama bisa bermanfaat bagi masyarakat Bali. Ini keinginan dari presiden agar investasi digenjot semaksimal mungkin," tegas Moeldoko. 

Proyek PLTG ini akan dibangun di atas lahan seluas 50 hektar di Desa Celukan Bawang,  Buleleng,  Bali pada semester I tahun 2020 mendatang dengan total nilai sebesar 1,3 milliar dollar AS. 

Proyek ini pun diprediksi rampung tiga tahun kedepan. Setelah selesai,  Pulau Dewata pun akan mendapatkan tambahan pasokan listril sebesar 350 MW x 2.

"Harapan kami, masyarakat Bali tidak perlu khawatir lagi listrik mereka mati tiba-tiba. Otomatis,  sektor pariwisata Bali bisa terus berkembang pesat," kata Direktur Utama PT. PLTG Celukan Bawang, Hendrianto.

Ke depan,  Bali juga akan mengukuhkan status mereka sebagai kawasan mandiri untuk urusan kelistrikan sehingga tidak lagi bergantung terhadap pasokan listrik dari luar  pulau. 

Teknologi PLTG ini juga terbilang mumpuni yang disebut Combined Cycle Gas Turbine Plant. Panas dari gas buang PLTG digunakan untuk menghasilkan uap, sehingga angka pasokan listrik sebesar 350 MW x 2 bisa di-upgrade menjadi 440 MW x 2.

Hendrianto mengatakan pembangunan proyek ini juga akan menyerap banyak tenaga kerja. 

"PT PLTG berkomitmen untuk lebih memprioritaskan tenaga kerja lokal," pungkas Hendrianto.  



tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00