• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Prihatin dengan Bom Medan, Nasdem Ajak Masyarakat Tangkal Radikalisme

13 November
16:54 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta - Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh turut menyampaikan keprihatinannya pada ledakan bom yang terjadi di Polrestabes Medan, Sumatera Utara (13/11) pagi. Paloh mengatakan peristiwa ini merupakan cobaan sekaligus peringatan bagi masyarakat soal ancaman yang bisa menimpa kapan saja.

"Peristiwa ini cobaan lagi bagi kita ini memberikan peringatan bagi kita semuanya bahwasanya ancaman ada dimana mana," tuturnya usai menerima kedatangan Pimpinan MPR di Kantor DPP Nasdem, Menteng, Jakarta, Rabu (13/11/2019).

Baca juga : Soroti Ledakan Bom di Medan, Ketua MPR: Pemahaman Pancasila PR Bersama

Menurut Paloh menangkal sikap radikal semacam itu bukan saja tugas dari aparat keamanan, tetapi juga dibutuhkan partisipasi masyarakat secara keseluruhan. Sehingga dia mengajak masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan di sekitarnya.

"Maka tidak ada hal lain kecuali semua kita bergandengan tangan, tidak bisa menyerahkan urusan ini hanya kepada kesiapan pada aparat keamanan semata-mata, tapi semangat partisipasi publik tidak kalah pentignya," ucapnya.

Diapun menumpahkan keresahannya soal aksi ledakan bom di Polrestabes Medan. Pasalnya bom yang meledak tersebut tengah dibawa oleh seseorang yang mengenakan seragam yang identik dengan salah satu aplikasi penyedia layanan ojek online.

"Tingkatkan kewaspadaan kita nih yang rugi kita semua belum tentu juga tadi yang bawa bom tadi dia memang tau itu bom belum tentu loh karena dia sadar saya mau harakiri saya mau suicide, bisa aja dia gatau apa-apa, ada orang jahat ada satu sistem dibelakang dia mengatur ini dan sebagainya tapi apapun ini merupakan suatu hal yang menyedihkan buat kita semua," tambahnya.

Paloh pun menegaskan tidak ada satupun agama di dunia ini yang mengajarkan penganutnya untuk melukai sesama manusia lainnya. Dia berharap dengan membangun kesadaran dan kewasapadaan masyarakat bisa menciptakan keamanan dan kenyamanan bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

Baca juga :Grab Siap Koordinasi dengan Kepolisian Usut Bom Bunuh Diri di Medan

"Artinya ini orang sakitlah mana ada orang waras mau bunuh diri, mana ada yang punya empati bunuh diri atau membunuh ga ada itu, ajaran agama apapun dalam pemahaman kita, kita mau bilang apapun kan dia ga perduli, dia biadab kita kutuk, dia ga peduli maka tidak ada jalan lain kecuali kita meningkatkan kewaspadaan," tegasnya.

"Ini kan untuk keamanan dan kenyamanan kita sendiri bukan untuk siapa-siapa, bukan kepentingan satu kelompok, golongan, agama satu etnis, indonesia dalam keluarga besar," pungkasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00