• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Daerah

Tekan Laka Kereta, Jasa Raharja Libatkan Sukarelawan Penjaga Perlintasan

12 November
22:07 2019
0 Votes (0)

KBRN, Surabaya : Angka kecelakaan diperlintasan kereta api, atau perlintasan sebidang masih cukup tinggi. Berdasarkan data dari PT KAI, di Daop 8 saja ada sekitar 568 perlintasan sebidang, dan hanya 164 yang berpenjaga. Sehingga rawan kecelakaan masih potensial.

Untuk itu, Jasa Raharja selaku pihak yang memberikan santunan terhadap ahli waris korban laka lantas, bekerjasama dengan PT KAI serta Ditlantas Polda Jatim, mengajak masyarakat sekitar perlintasan sebidang, serta para sukarelawan penjaga perlintasan, turut membantu menjaga perlintasan.

Kepala Cabang Jasa Raharja Jawa Timur, Suhadi menjelaskan, pertemuan ini sekaligus upaya mengevaluasi di perlintasan sebidang bersama kereta api. Selain itu, juga meningkatkan awarnes atau kepekaan terhadap lakalantas di perlintasan sebidang.

"Yang memang sebenarnya kan perlintasan sebidang itu idealnya tidak ada yang lepas atau flyover, tetapi karena kondisi dan berbagai macam faktor, itu timbul (perlintasan sebidang, red)," terangnya, Selasa (12/11/2019).

Perlintasan sebidang yang perpenjaga, serta memiliki peralatan peringatan saja, masih berpotensi terjadi laka kereta. Terlebih perlintasan yang tidak memiliki penjaga serta alat peringatan, lebih berpotensi terjadi laka kereta. Sehingga, kata Suhardi, sedianya ada flyover.

"Maka kita memberikan sosialisasi, memberikan pengetahuan, memberikan pencerahan kepada masyarakat sekitar untuk lebih care terhadap perlintasan," tambahnya.

Jasa Raharja bekerjasama dengan PT KAI, lanjut Suhardi, untuk sedapat mungkin bisa menekan Lakalantas yang bersumber dari perlintasan sebidang. Meski diakui Suhardi, Jasa Raharja tetap memberikan santunan, namun pihaknya ingin menekan jumlah laka kereta di perlintasan sebidang.

"Tetapi yang paling penting adalah bagaimana kita bisa menekan-kan masyarakat, warga, supaya tidak menjadi korban laka lantas," tuturnya.

Sementara itu, Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya, Suprapto menuturkan, jumlah lakalantas yang melibatkan kereta api dalam dua tahun terakhir, sebenarnya mengalami penurunan. Pada tahun 2017 sebanyak 75 kasus, kemusian pada tahun 2018, turun menjadi 51 kasus.

"Dan di tahun 2019 dari periode Januari sampai dengan bulan September itu 41 kasus, jadi mengalami penurunan," terangnya.

Suprapto juga menekankan, bahwa laka kereta di perlintasan sebidang, rata rata dikarenakan minimnya kesadaran pengendara. Suprapto mencontohkan, masih banyaknya pengendara yang nyerobot perlintasan, ketika tanda palang akan turun dan sirine telah dibunyikan.

"Kita juga mau meluruskan persepsi selama ini, bahwa yang namanya palang pintu, penjaga pintu, dan suara sirine itu hanya alat bantu keamanan semata, sekali lagi hanya alat bantu keamanan semata. Alat alat utama untuk keselamatan bagi pengguna Jalan Raya ketika melintas di perlintasan sebidang adalah rambu lalu lintas tanda stop," tegasnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00