• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Kemenlu Dicecar DPR Soal Pencekalan Rizieq Shihab

12 November
12:58 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Rapat Kerja (Raker) Komisi I DPR RI dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) terus berlangsung dengan suasana cukup kondusif walau sebelumnya sempat ada pernyataan kurang enak dari politisi sekaligus anggota Komisi I DPR RI Adian Napitupulu terhadap Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi.

Saat Raker baru dimulai, selepas Retno mendapat ucapan selamat dari politisi Junico Siahaan atas keberhasilannya terpilih kembali sebagai Menlu RI untuk kedua kalinya, Adian justru membalikkan keadaan.

"Pagi Bu Menteri, saya Adian Napitupulu, Fraksi PDI Perjuangan. Saya tidak akan memuji-muji Bu Menteri. (Karena) Mau terpilih sekali, dua kali itu tidak penting. Terpenting itu bagaimana membangun bangsa ini menjadi lebih baik. Merdeka!" ucap Adian di ruang rapat Komisi I DPR RI, Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Selasa (12/11/2019).

Baca juga : Mental Menlu Retno Dites Adian Napitupulu, Paparan Program Tetap Lancar

Ujian terhadap Retno kembali mengemuka saat Raker memasuki sudah melewati pembahasan anggaran Kementerian Luar Negeri (Kemenlu). Anggota DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Effendi Simbolon bertanya soal isu 'pencekalan'Habib Rizieq kepada Menlu Retno Marsudi.

"Ibu Menteri, ini (pertanyaan) titipan. Mohon penjelasan terkait status pencekalan Saudara Habib Rizieq. Terima kasih Bu," ujar Effendi.

Pertanyaan Effendi Simbolon belum terjawab karena sesi pembukaan termin pertanyaan masih berlangsung dalam Raker, yang akan dijawab satu persatu oleh Retno.

Sebelumnya, kepada kanal YouTube milik Front Pembela Islam (FPI), Front TV, pada Minggu, 10 November 2019, Habib Rizieq mengklaim alasan tidak bisa pulang ke Indonesia karena diduga mendapat surat pencekalan dari pemerintah Indonesia yang ditujukan kepada pemerintah Arab Saudi. Rizieq mengaku sepihak lewat video, bahwa dugaan pencekalan itu juga tidak berkaitan dengan kasus apa pun.

"Saya dilarang berpergian ke Saudi, bahkan ini dituliskan sebabnya adalah karena alasan keamanan. Jadi sekali lagi, saya dicekal di sini bukan karena saya lakukan pelanggaran keimigrasian, bukan saya melakukan pelanggaran pidana atau perdata, bukan karena saya melakukan sesuatu kejahatan di Saudi ini, tidak. Karena alasan keamanan," klaim Rizieq lewat kanal YouTube FPI.

Rizieq juga mengklaim bahwa ada pihak yang takut dirinya pulang ke Indonesia. Sambil menunjukkan bukti surat dua lembar yang disebutnya secara sepihak sebagai surat pencekalan, Habib Rizieq mengatakan pemerintah Arab Saudi bakal mencabut 'pencekalan' itu jika sudah ada perjanjian resmi pemerintah Indonesia untuk tidak mengganggunya.

Sebelumnya pengakuan sepihak Rizieq Shihab dibantah Menko Polhukam Mahfud Md. Dirinya mempertanyakan kebenaran serta keabsahan surat tersebut.

"Saya tidak tahu itu suratnya, suruh kirim ke saya saja. Kok hanya di TV gitu. Saya ingin tahu itu surat benar apa surat resmi atau berita koran atau apa kan gitu cuma diginikan (diperlihatkan) di medsos. Coba suruh kirim copy-nya ke saya, (saya) ingin tahu," ujar Mahfud di Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (11/11/2019).

Namun berdasarkan dinamika yang terjadi sejak Minggu hingga Selasa pagi ini isu 'pencekalan'yang dihembuskan Rizieq Shihab sontak ramai di kalangan wartawan, yang kemudian memburu semua pihak terkait hal tersebut guna dimintai klarifikasi.

Salah satu yang diburu awak media adalah Ketua DPR RI Puan Maharani yang justru kebingungan dengan 'manuver' Rizieq Shihab perihal 'pencekalan'. Puan tidak bisa menjawab, dan hanya berjanji akan mempertanyakan hal itu kepada Menko Polhukam Mahfud MD.

"Nanti saya coba tanya Pak Mahfud. Saya telepon-teleponan deh sama Pak Mahfud, karena dia 'kan harusnya akrab sama Rizieq Shihab. Lihat nanti,"ujar Puan kepada wartawan di Gedung DPR, Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Selasa (12/11/2019).

Dirinya tidak mau berkomentar terlalu jauh karena keabsahan surat yang diduga sengaja disebarkan kanal YouTube milik FPI itu juga belum tentu bisa dibuktikan kebenarannya.

"Belum bisa komentar. Jadi lebih baik kami periksa dulu sebenarnya masalahnya ada di mana," tegas Puan. 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00