• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

Mental Menlu Retno Dites Adian Napitupulu, Paparan Program Tetap Lancar

12 November
12:17 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI memenuhi undangan Rapat Kerja (Raker) dari Komisi I DPR RI. Raker dipimpin Wakil Ketua Komisi I Teuku Riefky Harsya, didampingi Wakil Ketua Komisi I Bambang Kristiono dan Utut Adianto.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi didampingi Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Mahendra Siregar datang didampingi jajaran Kememenlu RI di ruang rapat Komisi I DPR RI, Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Selasa (12/11/2019).

Seperti diketahui, Menlu Retno terpilih untuk kedua kalinya untuk duduk di tempat yang sama dalam Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024. Retno sempat mendapat ucapan selamat atas kepercayaan Presiden baginya untuk menjabat Menlu RI periode kedua. Ucapan selamat datang dari Anggota Komisi I Fraksi PDI Perjuangan, Junico Siahaan. 

Akan tetapi suasana cair mendadak jadi kikuk kala rekan Junico sesama Fraksi PDI Perjuangan, Adian Napitapulu angkat bicara bahwa bukan hal penting soal satu atau dua periode itu, yang terpenting adalah program membangun bangsa.

"Pagi Bu Menteri, saya Adian Napitupulu, Fraksi PDI Perjuangan. Saya tidak akan memuji-muji Bu Menteri. Mau terpilih sekali, dua kali itu tidak penting. Terpenting itu bagaimana membangun bangsa ini menjadi lebih baik. Merdeka!" ucap Adian di ruang Raker Komisi I.

Tapi Menlu Retno hanya menyungging senyuman mendengar perkataan Adian Napitupulu. Setelah meminta izin kepada anggota dewan, ia lalu memperkenalkan seluruh jajarannya kemudian mulai menjelaskan semua program prioritas Kemenlu RI periode 2019-2024. 

Program prioritas yang menjadi highlight salah satunya adalah terkait program perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri. Hal ini mengingat banyak sekali WNI yang menjadi pekerja migran di negara lain dan butuh perlindungan negara secara khusus dalam segala hal.

Satu lagi program prioritas yang menarik perhatian adalah peningkatan diplomasi kedaulatan dan kebangsaan. Hal ini mengingat begitu luas wilayah maritim Indonesia dan pasti belum semua batas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) yang selesai pembahasannya dengan negara-negara tetangga. Itu baru maritim, belum bicara perbatasan darat dan sejenisnya.

Menurut Retno, program prioritas tersebut sejalan dengan kiprah Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), ditambah periode 2020-2022 mendatang, Indonesia juga dipastikan duduk sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB.

"Indonesia masih akan duduk sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB. Tahun 2020-2022 Indonesia akan menjadi anggota tidak tetap Dewan HAM PBB. Kami mohon dukungan dan kerja sama Ibu dan Bapak agar tugas-tugas berat tersebut dapat kami lakukan dengan baik," tutur Menlu Retno.

Hingga berita ini diturunkan, Raker masih berlanjut dengan pembahasan anggaran Kementerian Luar Negeri.

Satu hal menarik adalah ketika Menlu Retno memperkenalkan Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar, yang bukan orang baru serta bukan pula kali pertama duduk di ruang rapat dengan Komisi I DPR RI. Menurut Retno, Mahendra diberi tugas khusus langsung dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk meningkatkan diplomasi ekonomi. 

"Tupoksi (Tugas Pokok dan Fungsi) beliau jelas diberikan Pak Presiden,"tegas Retno.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00