• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Tanggap Bencana

Penyuluhan dan Sosialisasi Bahaya Kebakaran Sasar Masyarakat Desa Kubutambahan

12 November
08:11 2019
0 Votes (0)

KBRN, Singaraja : Tingginya kasus kebakaran di Buleleng membuat Dinas Pemadam Kebakaran terus melakukan kegiatan sosialisasi dan penyuluhan. Kegiatan digelar mulai Senin (11/11/2019) pagi  menyasar aparat desa, tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh agama serta perangkat Desa Kubutambahan.

Kegiatan tersebut ditujukan kepada seluruh pihak terkait, untuk duduk bersama membahas upaya menanggulangi dan meminimalisasi kasus kebakaran. Dari catatan data selama Januari hingga awal Nopember 2019 di Buleleng telah terjadi 152 kasus kebakaran. Kasus kebakaran terbanyak menimpa lahan kering dan kawasan hutan. 

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Buleleng Nyoman Agus Jaya Sumpena, SE saat menyampaikan materi sosialisasi dan penyuluhan bahaya kebakaran mengatakan, diminta atau tidak diminta, pihak Pemadam Kebakaran wajib memberi pertolongan. 

Untuk meminimalisasi jatuhnya korban baik korban jiwa maupun korban material, menurut Agus Jaya Sumpena, saat  memberi pertolongan Damkar Buleleng  harus berpedoman pada SOP baku yang telah ditetapkan. Ditambahkan kebakaran terjadi kebanyakan akibat kelalaian manusia, untuk itu diperlukan pengetahuan untuk mengantisipasi ketika terjadi kebakaran karena mencegah lebih ampuh dari menanggulangi.

“Untuk mencegah kejadian kebakaran, kita laksanakan sosialisasi pencegahan agar masyarakat paham semuanya,” ucap Jaya Sumpena.

Penyuluhan serta sosialisasi pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran di Desa Kubutambahan dihadiri para kepala dusun, aparat desa dan tokoh masyarakat. Kepala Desa Kubutambahan, Gede Pariadnyana, SH mengakui, desa yang dipimpinnya rentan terjadi musibah kebakaran, terutama di lahan kering. Sehingga kegiatan seperti ini akan sangat bermanfaat untuk mengedukasi warga agar nantinya masyarakat selalu memperhatikan. 

Pariadnyana menambahkan, sementara di musim hujan Desa Kubutambahan sering diterjang gelombang pasang. Untuk itu masyarakat setempat diimbau tetap waspada guna meminimalisasi jatuhnya korban.

“Sedini mungkin kita harus melakukan koordinasi dan komunikasi terus dengan masyarakat, dengan cara menyadarakan agar tetap menjaga lingkungannya masing-masing,” ungkap Pariadnyana.

Penyuluhan dan sosialisasi pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran dilanjutkan dengan praktek cara menggunakan avar dan memadamkan api dengan menggunakan alat tradisional.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00