• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Tanggap Bencana

UB: Pemda Kerap Abaikan Zona Rawan Bencana

11 November
16:04 2019
0 Votes (0)

KBRN, Malang: Penataan tata ruang resiko bencana merupakan hal yang penting dilakukan sebagai salah satu upaya mitigasi pengurangan resiko bencana. Namun sayangnya, kawasan resiko bencana ini masih hanya dianggap sebagai formalitas saja.

Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Pusat Studi Bumi Universitas Brawijaya (UB) Malang, Dr. Eng. Turminingtyas Ayu Rahmawati. Menurutnya, pemerintah saat ini justru lebih fokus pada peningkatan ekonomi dan peningkatan sarana prasarana dibandingkan mementingkan tata ruang untuk kawasan rawan bencana.

"Seperti kasus gempa di Palu misalnya, sebenarnya sudah diperingatkan mengenai zona rawan gempa, tetapi diabaikan," katanya, Senin (11/11/2019).

Dosen pasca sarjana UB Malang ini juga mengungkapkan mengenai ruang bencana secara umum, yakni pola ruang dan struktur ruang. Dalam pola ruang terdapat kawasan lindung dan kawasan budidaya.

"Pada tahun 2017 Kementrian PUPR sudah menginformasikan melalui website resminya mengenai peta patahan baru, tercatat ada 140 patahan baru yang harus diwaspadai oleh pemerintah daerah," tutur Tyas.

Tak hanya daerah rawan gempa, sambungnya, kawasan rawan kebakaran dan daerah rawan longsor juga dinilai masih banyak diabaikan oleh pemerintah daerah. 

"Pengurangan resiko bencana terutama tata ruang sudah menjadi rencana induk pembangunan secara nasional. Tetapi jumlah bencana tidak makin menurun, justru semakin meningkat, khususnya bencana hidrologi seperti banjir, longsor, kekeringa, dan kebakaran," tandas Tyas.

"Berbicara masalah bencana alam, di Malang Raya juga masuk kawasan rawan bencana banjir, kebakaran, dan angin puting beliung. Untuk itu, Pemda harus mengambil langkah untuk pengurangan resiko bencana ini," imbuh Tyas. (Foto: Antara)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00