• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Info Publik

Satwa Liar Terkam Ternak Warga, BKSDA Resor Pasaman Pasang Perangkap

10 November
22:40 2019
0 Votes (0)

KBRN, Pasaman : Untuk menangkap satwa liar yang menyerang ternak warga dalam 1 minggu terakhir, di Jorong Kampung Padang Nagari Aia Manggih Barat Kecamatan Lubuk Sikaping Kabupaten Pasaman, ditindaklanjuti Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat dengan memasang perangkap.

Hingga saat ini tercatat 4 ekor ternak kambing warga dilaporkan diserang oleh satwa liar yang diduga jenis harimau Sumatera.

Kepala BKSDA Resor Pasaman, Ade Putra, Minggu (10/11/2019), menuturkan, tim BKSDA mengerahkan 7 orang personil dari Resor Pasaman melakukan pemantauan dan patroli sejak hari Rabu (6/11/2019), dan akhirnya memutuskan untuk memasang perangkap guna mengevakuasi satwa langka tersebut.

“Tindakan ini diambil mengingat kejadian yang telah berulang, pengusiran tidak membuahkan hasil, dan lokasi kejadian juga tidak berada jauh dari pemukiman warga,” ulasnya.

Menurut Ade Putra, terakhir serangan satwa tersebut pada hari Sabtu (9/11/2019) kemaren sekitar pukul 17.00 WIB, satu ekor kambing milik Anton warga jorong Kampung Padang Nagari Aia Manggih Barat mati akibat diterkam satwa tersebut. Namun satwa tidak berhasil membawa lari ternak karena melihat pemilik mendekati.

“Sebelumnya pada bulan Juli 2019 lalu, di dekat lokasi yang sama juga terjadi konflik antara manusia dan satwa liar. Sebanyak 14 ekor ternak warga dimangsa oleh satwa liar yang diduga jenis harimau Sumatera. Pada saat itu BKSDA melaksanakan pemasangan kamera penjebak (camera trap) sebanyak 4 unit untuk memantau keberadaan dan pergeralan satwa,” jelasnya.

Selain itu sambung Ade Putra, pengusiran juga dilakukan dengan menggunakan bunyi-bunyian selama hampir satu minggu, dan erdasarkan hasil pengamatan pada saat itu, satwa diketahui telah kembali ke habitatnya di hutan lindung Tonang Talu.

Ade Putra menambahkan, menurut pihak BKSDA, salah satu penyebab terjadinya konflik antara manusia dan satwa liar itu, disebabkan memyempitnya habitat satwa akibat alih fungsi lahan.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00