• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Budaya dan Wisata

Parade Surabaya Juang 'Pecah', Risma Muncul Naik Ranpur TNI

9 November
13:47 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Jalan Tunjungan, Kota Surabaya mendadak jadi ajang pertempuran hebat antara pejuang kemerdekaan didukung masyarakat Kota Surabaya, melawan Pasukan Inggris dan Belanda. Asap mengepul tebal, kemudian teriakan demi teriakan para pejuang untuk saling menyemangati rekan-rekan sesama prajurit lain agar terus maju di tengah desingan peluru tentara musuh, membuat suasana semakin mencekam.

Sempat terjadi bentrokan jarak dekat antara para pejuang Indonesia dan rakyat Surabaya dengan pasukan Inggris dan Belanda, perang kota, lemparan granat dan dentuman bom, semua itu seolah membuka betapa heroik Surabaya pada 10 November 1945. Kejadian itu dikenang sebagai 'Battle of Surabaya' atau Pertempuran Surabaya, yang setiap tahun diperingati sebagai Hari Pahlawan oleh seluruh rakyat Indonesia.

Dan pertempuran di tengah Jalan Tunjungan itu ternyata merupakan bagian dari aksi teatrikal menjelang Hari Pahlawan, 10 November 2019, yang dikemas dalam Parade Surabaya Juang, di depan Gedung Negara Grahadi, Jalan Tunjungan, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (9/11/2019). 

Peserta parade yang berbaris membentangkan spanduk di sepanjang Jalan Tunjungan menjadi perhatian tersendiri juga. Dalam balutan seragam Tentara Nasional Indonesia jaman dulu, terikat bendera merah putih di kepala, menenteng senjata rifle, mereka nampak terus berjalan sambil berteriak sahut menyahut satu sama lainnya.

Parade Surabaya Juang ini menjadi pusat perhatian masyarakat Surabaya. Semua tumpah ruah ke pinggir jalan untuk menyaksikan aksi teatrikal sambil mengingat kembali betapa dahsyat 'Battle of Surabaya' pada 1945 silam. Aksi teatrikal saja sudah menyeramkan dan mencekam, bagaimana suasana aslinya kala itu sepertinya jauh lebih dahsyat.

Parade dan aksi teatrikal memang membuat warga Surabaya seolah 'tersihir' untuk kembali mengingat sejarah kota tersebut saat digempur habis-habisan dari udara dan darat oleh Pasukan Inggris dan Belanda. Tapi ada satu nih yang bikin warga tiba-tiba histeris. Ada Tri Rismaharini naik kendaraan tempur (ranpur) TNI, lengkap dengan seragam pejuang kemerdekaan 1945.

"Ono Bu Risma, naik panser," ujar Imelda, seorang warga Surabaya saat dihubungi RRI, Sabtu (9/11/2019).

Sontak dong ya, histeris, pandemonium pecah dengan kehadiran sosok Wali Kota Surabaya tersebut. Rakyat menyambut perempuan yang karib disapa Risma itu dengan hangat. Sapaan dan lambaian tangan Risma dibalas warga dengan meneriakkan namanya berulang kali diikuti jepretan kamera smartphone dan shooting video amatir dari semua sudut jalan.

Suasana mencekam sudah berubah meriah, warga larut pada peringatan sebuah kemenangan besar. Dan di sudut jalan, sekelompok pria tua nampak mengibarkan bendera merah putih sambil melambaikan tangan kepada Risma. Dengan seragam coklat muda, para veteran berjejer di sudut jalan menyaksikan semuanya. Melihat Surabaya yang dulu diperjuangkan dengan darah dan air mata, sekarang sudah menjadi Kota Modern abad milenium.

Parade Surabaya Juang merupakan puncak dari rangkaian menuju peringatan Hari Pahlawan 10 November, karena sebelumnya, anggota polisi, TNI dan warga juga menggelar Parade Merah Putih di Jalan Kebon Rojo, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (8/11/2019) malam. 

Kirab Bendera Merah Putih sepanjang 500 meter itu berlangsung khidmat jelang tengah malam karena diikuti doa untuk para pahlawan yang sudah mengorbankan jiwa dan raga mereka saat pertempuran Surabaya, 10 November 1945.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00