• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

KPK Tanya Saksi Dokter Faisal Muliana Tjandra Terkait Pengobatan Narapidana di luar Lapas Sukamiskin

8 November
21:37 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selesai melakukan pemeriksaan terhadap seorang saksi bernama dr. Faisal Muliana Tjandra, Wakil Direktur (Wadirut) Pelayanan Medis dan Keperawatan Rumah Sakit (RS) Rosela di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Pelaksana Harian (Plh) Kabiro Humas KPk Chrystellina GS kepada wartawan di Jakarta menjelaskan dokter Faisal diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi terkait kasus perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) suap.

Menurut Chrystellina, kasus suap yang dimaksud diduga melibatkan tersangka Wahid Husein, mantan Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. 

"Penyidik KPK mengkonfirmasi pengetahuan saksi (Faisal Muliana Tjandra) terkait mekanisme narapidana yang bagaimana mereka bisa berobat keluar dari lembaga pemasyarakatan," kata Chrystelina GS di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (8/11/2019).

Penyidik KPK sebelumnya diketahui telah menetapkan 5 orang  tersangka baru dalam perkara kasus dugaan suap terkait pemberian “fasilitas khusus” bagi para terpidana kasus korupsi yang ditahan  di Lapas Sukamiskin. 

Penetapan status tersangka baru tersebut merupakan hasil pengembangan penyidikan setelah sebelumnya KPK melakukan kegiatan penindakan di lapangan atau Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Wahud Husein yang saat itu masih menjabat sebagai Kalapas Sukamiskin pada 2018.

Kelima tersangka baru itu masing-masing mantan Kalapas Sukamiskin Wahid Husein (WH) dan mantan Kalapas Sukamiskin lainnya bernama Deddy Handoko (DHA). Keduanya ditetapkan KPK karena diduga sebagai pihak penerima suap.

Sedangkan tersangka lainnya masing-masing napi kasus korupsi Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan (TCW), almarhum Fuad Amin Imron (FA) mantan Bupati Bangkalan (Jawa Timur) namun status tersangka otomatis gugur karena yang bersangkutan telah meninggal dunia sewaktu dalam proses penyidikan dan Direktur Utama PT Glori Karsa Abadi, Rahadian Azhar (RAZ).

Ketiga orang tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka pihak pemberi suap atau penyuap, sejunlah tersangka tersebut kini telah ditahan KPK untuk kepentingan melengkapi berkas perkara penyidikan.

Sementara itu tersangka Rahadian Azhar diketahui merupakan Dirut PT Glori Karsa Abadi. Yang bersangkutan diduga telah memberikan sejumlah uang suap kepada Wahid Husein yang saat itu masih menjabat sebagai Kalapas Sukamiskin.

KPK menduga kasus dugaan suap tersenut berawal dari permintaan Wahid kepada Rahadian merupakan pengusaha yang selama ini merupakan mitra Lapas Sukamiskin. Wahid saat itu ingin agar Rahadian mencarikan mobil pengganti serta meminta Rahadian membeli mobil milikinya senilai Rp 200 juta.


tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00