• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Info Publik

Masih Marak Pencemaran Limbah B3, Walhi : Harus Mengungsi

8 November
20:52 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Limbah berbahan bahaya dan beracun (B3) sudah banyak menelan korban luka dan jiwa selama ini di Indonesia. Para korban pada umumnya adalah masyarakat sekitar pabrik yang tak menghiraukan pembuangan limbah B3.

Manajer Kampanye Perkotaan dan Energi Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Dwi Sawung menyatakan para korban terdampak limbah B3 harus cepat bergerak.

“Kalau terpaksa, (masyarakat terdampak) harus mengungsi,” ungkap Dwi kepada rri.co.id saat dihubungi di Jakarta, Jumat (8/11/2019).

Tak hanya mengungsi. Dwi juga mengimbau agar masyarakat terdampak limbah B3 mendesak pemerintah setempat, bahkan pemerintah pusat untuk memulihkan lingkungan itu.

“Dibersihin lagi, limbah B3 disimpan di suatu tempat penampungan. Ke tempat penampungan berizin, disimpan di sana,” kata dia.

Bagi masayarakat yang sudah mengetahui terjadi pencemaran lingkungan akibat limbah B3, Dwi lebih mengutamakan mereka agar segera mengungsi. Ada pula tujuan mengungsi, yaitu agar tidak terdampak limbah B3 secara langsung, dan menghindari korban luka atau jiwa.

Apalagi, lanjut Dwi, bagi masyarakat yang sangat sensitif terhadap limbah B3, memilih pindah tempat tinggal sementara sangat disarankan.

“Gak boleh kontak dengan B3 tersebut. Kalau ditimbun di sana (daerah permukiman warga) jangan sampai ada kontak langsung. Kalau airnya mengandung B3, jangan menggunakan air itu,” ujar dia.

Dwi menyatakan limbah B3 paling berbahaya tercemar melalui udara.

“Itu melalui pembakaran, lebih berbahaya. Kalau di air, limbah B3 tidak akan meluap ke udara. Tapi tetap sama berbahaya jika air mengandung limbah B3 digunakan oleh warga. Kayak sianida, cepat juga kan meluapnya,” katanya.

Korban terdampak pencemaran limbah B3 sudah terjadi di banyak daerah industri. Hal itu seperti terjadi di Lakardowo, Mojokerto, Jawa Timur. Orang dewasa, anal-anak, hingga balita telah menjadi korban terdampak limbah B3.

Peristiwa mengenaskan itu ternyata ulah dari PT Putra Restu Ibu Abadi (PT PRIA) yang sengaja membuang limbah B3 ke permukiman setempat. “Ya, itu PT PRIA,” ujarnya.

Warga Lakardowo pun sudah banyak bersuara dengan berbagai keprihatinan yang menimpa desanya. Tanggapan para warga Lakardowo sudah didokumentasikan oleh pegiat lingkungan, Paradoc Film.

“Sebenarnya, produksi (limbah B3) sesuai prosedur tidak masalah. Tapi, mereka (PT PRIA) curang, karena mereka menimbun (limbah B3) di dalam tanah,” kata Suhan saah satu warga Lakardowo dalam wawancara Paradoc Film, Juli 2019. (ANTARA FOTO/Risky Andrianto/foc)

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00