• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Ekonomi

Geger Impor Cangkul dari China, Menperin Minta Mendag Tutup Izin Impor

8 November
17:45 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita kepada wartawan di Jakarta menjelaskan bahwa dirinya telah meminta agar Kementrian Perdagangan (Kemendag) segera menutup izin impor cangkul atau pacul jadi yang berasal dari dari China (Tiongkok).

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri (Dirjen Daglu) Kementerian Perdagangan (Kemendag) Indrasari Wisnu Wardhana saat menggelar acara junpa pers di Kantor Kemendag mengatakan bahwa Dirjen Daglu sebenarnya tidak pernah memberikan izin terkait impor cangkul atau pacul.

"Sebenarnya kita ada Permendag (Peraturan Menteri Perdagangan) Nomor 30 tahun 2018 tentang impor perkakas tangan itu tidak boleh dilakukan kecuali dalam bentuk setengah jadi. Artinya masih dalam bentuk plat, bahan baku," kata Wisnu Wardhana  di Kantor Kemendag, Jalan Ridwan Rais, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (8/11/2019).

Wisnu mengatakan para pelaku impor atau importir pacul tersebut terindikasi telah melakukan pelanggaran. Menurut Wisnu pihaknya (Kemendag) sebenarnya tidak pernah menerbitkan Surat Perizinan Impor (SPI) pacul atau cangkul yang sudah jadi.

"Kita (Kemendag) tidak tpernah memberikan izin impor untuk cangkul jadi. Nah kalau ada impor cangkul jadi itu berarti melanggar ketentua” kata Wisnu kepada wartawan di Jakarta. 

Menurut Wisnu, Direktorat Jenderal PTKN sejak dua minggu lalu lsudah turun ke lapangan dan menemukan ada beberapa cangkul yang diimpor secara jadi, dan sudah dilakukan pengaman terhadap barang-barang yang dilakukan di lapangan.

Sementara itu Direktur Jenderal (Dirjen) Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PTKN) Veri Anggrijono dalam acara jumpa pers juga menjelaskan bahwa pacul jadi tersebut diketahui telah diimpor oleh pengusaha di Surabaya (Jawa Timur) dan Tangerang (Banten).

“Dua minggu lalu kami sudah mengamankan yang diduga beberapa importir, yang mengimpor produk perkakas tangan dalam bentuk jadi di dua kota, masing-masing Surabaya dan Tangerang," kata Veri kepada wartawan di Jakarta.

“Saat ini dalam pengamanan dan penanganan, apabila nanti terbukti tidak mempunyai izin, maka kami akan merekomendasi untuk melakukan pencabutan izin usahanya," pungkasnya.



tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00