• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Info Publik

Revitalisasi Jakarta Timur, Galian Kabel Terlalu 'Makan' Badan Jalan

8 November
15:25 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Sejumlah proyek pembangunan sampai revitalisasi kawasan terus dikejar penyelesaiannya oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta jelang akhir 2019. 

Salah satu yang dikebut pengerjaannya adalah Proyek revitalisasi terminal Kampung Melayu sebagai upaya Pemprov DKI Jakarta untuk memperbaiki sarana dan prasarana transportasi publik Ibu Kota.

Proyek revitalisasi ini kadang menghambat arus keluar masuk kendaraan umum ke dalam terminal. Sebenarnya dari sebelum dilakukan revitalisasi juga kawasan ini kerap semrawut. Dari Mikrolet yang parkir sembarangan, kemudian mereka juga kerap memutar kendaraan sembarangan, ditambah banyak sekali pedagang kaki lima, membuat keadaan Terminal Kampung Melayu cukup padat.

"Sebenarnya bukan pembangunannya ya, karena waktu belum pembangunan juga sudah sulit diatur itu sopir-sopir Mikrolet. Nah, dengan ada proyek begini kalau dibilang mengganggu ya sangat mengganggu. Tapi semoga saat sudah jadi nanti bisa mengurangi kemacetan dan kepadatan sekitar terminal ini," ujar Ginanjar, seorang warga Tegalan, Matraman, yang kerap transit Terminal Kampung Melayu naik TransJakarta, Jumat (8/11/2019).

Meski begitu, para pekerja terus berusaha menyelesaikan proyek revitalisasi tersebut, terutama untuk bagian di sebelah timur halte TransJakarta, Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur.

Sementara itu, proyek pembangunan saluran kabel utilitas di kawasan Jalan Otto Iskandardinata (Otista) juga terus diupayakan Pemprov DKI Jakarta. Akan tetapi, proyek tersebut ternyata menimbulkan kemacetan dan kerap dikeluhkan warga sekitar Otista.

Para pengendara yang melintas di sana juga kerap terjebak kemacetan akibat terlalu ramainya arus lalu lintas, sementara jalan raya tersita untuk proyek revitalisasi.

"Biasa, mau ke tempat kerja di Tebet. Kalau lewat Otista ini padat merayap pada jam tertentu, karena sepertinya proyek gali-galian kabel ini 'makan' badan jalan terlalu banyak. Harusnya si pemborong jangan tarik jarak terlalu jauh menyita badan jalan. Ini 'kan fasilitas publik, banyak yang menggunakan," kata Garry, seorang karyawan di kawasan Tebet, kepada RRI, Jumat (8/11/2019).

Pada bagian lain, Pemprov DKI Jakarta juga sedang terus melakukan normalisasi sungai menggunakan alat berat untuk mengangkat lumpur di Kanal Banjir Timur, kawasan Ujung Menteng, Jakarta Timur, sebagai antisipasi banjir karena sudah mulai masuk awal musim penghujan.

Pada 2020, Pemprov DKI menganggarkan Rp 288 miliar untuk normalisasi sungai serta Rp 600 miliar untuk pembebasan lahan guna pembangunan waduk dan sungai.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00