• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Politik

PDIP Siap Berdialog Dengan Parpol dan Pemerintah Soal Evaluasi Sistem Pemilu

8 November
14:57 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menyambut baik usulan Mendagri, Tito Karnavian yang akan mengevaluasi sistem Pemilu Langsung Indonesia karena dianggap banyak memiliki sisi buruk. Seperti biaya politik yang tinggi, yang berpotensi terjadinya praktek politik uang.

"Evaluasi diperlukan karena ketika bangsa ini dibangun dengan dasar-dasar indonesia merdeka kita sudah menyepakati demokrasi pamcasila untik kita wujudkan, maka kami menyambut positif terhadap gagasan dari Mendagri, Tito untuk mengevaluasi terhadap sistem pemilu kita," ucap Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto usai menghadiri "Peringatan 60 tahun kunjungan Presiden Ho Chi Minh ke Indonesia dan kunjungan Presiden, Soekarno ke Vietnam Gedung Arsip Nasional, Jakarta Barat, Jumat (8/11/2019).

Karena mendukung langkah Mendagri ini, sehingga Sekjen PDIP, Hasto menyatakan partainya siap berdialog dengan seluruh Partai Politik lain hingga Pemerintah untuk membahas hal tersebut guna menciptakan Pemilu yang semakin baik kedepannya.

"PDIP siap melakulan dialog dengan seluruh parpol dan pemerintah didalam mewujudkan gambaran demokrasi yang ideal yang merupakan perwujudan dari pancasila itu," ungkapnya. 

Menurut Hasto evaluasi terhadap Pemilihan langsung perlu dilakukan, mengingat sistem ini telah digunakan selama 20 tahun lamanya. Evaluasi juga perlu dilakukan untuk melihat secara utuh substansi dari keberlangsungan sistem tersebut. 

"Pilkada itu esensinya adalah rakyat pemegang demokrasi dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat namun dalam perspektif ini demokrasi akhirnya dikuasi mereka mereka yang memegang kapital maka kita harus melihat substansi dari demokrasi langsung yang sudah dilaksanakan selama 20 tahun lebih ini," tuturnya.

Kemudian Hasto menekankan wacana evaluasi ini nantinya tetap perlu berorientasi pada asas Demokrasi. Praktek Pemilu di ranah teknisnyalah yang menurut dia akan dilakukan evaluasi, tentunya dengan memperhatikan karakteristik masing - masing daerah.
 
"Ada pemilu yang bila dilaksanakan secara asimetrik misalnya dengan mengukur indeks asimetrik misalnya demokrasi, ada daerah-daerah yang telah siap secara demokrasi secara langsung, tapi ada daerah yang belum siap karena lokasinya yang strategis di perbatasan, karena kualitas demokrasinya masih ditingkatkan karena kultur dan kebudayaannya," tutupnya.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00