• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

KPK Panggil Sekda Pemkab Indramayu, Jadi Saksi Tersangka Supendi Dalam Kasus Suap

8 November
13:06 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini dijadwalkan memanggil saksi bernama Rinto Waluyo, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu, Provinsi Jawa Barat (Jabar). 

Pelaksana Harian (Plh) Kabiro Humas KPK Chrystellina G. Sitompul kepada pada wartawan di Jakarta menjelaskan pemanggilan Rinto terkait penyidikan kasus perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) suap terkait pengaturan proyek di lingkungan Pemkab Indramayu, Tahun Anggaran (TA) 2019.

Menurut Chrystellina, Rinto dijadwalkan akan diperiksa KPK dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka Supendi (SP) Bupati Indramayu non aktif. Sementara itu tersangka Supendi saat ini sedang menjalani masa perpanjangan penahanan di Rumah Tahanan (Rutan) KPK.

"Yang bersangkutan (Rinto) dijadwalkan diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka SP (Supendi) terkait kasus perkara dugaan tindak pidana korupsi suap pengaturan proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indramayu Tahun 2019,"  kata Chrystelina G Sitompul saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (8/11/2019).

Penyidik KPK dalam kesempatan ini juga memanggil sekaligus melakukan pemeriksaan tethadap 6 orang saksi lainnya untuk dimintai keterangan untuk tersangka Supendi. 

Keenam saksi tersebut masing-masing perwakilan CV Putra Mandiri Sejahtera Haryanto, perwakilan CV Putra Kenanga Taruna Sakti, perwakilan PT Royal Mekar Gemilang Adriyan Tri Subekti.

Selanjutnya saksi Kepala Dinas (Kadis)  PU periode 2017 sampai Maret 2018 atau dewan pengawas PDAM Tirta Darma Ayu Didi Supriyadi, staf humas dan protokol Sekretariat DPRD Jabar A Deni Sumirat, dan perwakilan CV Putra Widasari Wanto.

Dalam kasus perkara ini, penyidik KPK  juga telah menetapkan 3 orang tersangka lainnya, masing-masing Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR ) Kabupaten Indramayu Omarsyah (OMS), Kepala Bidang Jalan di Dinas PUPR Kabupaten Indramayu Wempy Triyono (WT), dan Carsa AS (CAS) seorang pengusaha atau swasta.

Penyidik KPK meyakini bahwa tersangka  Supendi, Omarsyah, dan Wempy sebagai pihak penerima suap. Sedangkan tersangka Carsa diduga sebagai pihak pemberi suap atau penyuap.

KPK menduga pemberian sejunlah uang yang dilakukan Carsa pada Supendi beserta pejabat Dinas PUPR lainnya diduga merupakan bagian dari “commitment fee" yang sebelumnya disepakati sebesar 5 persen sampai 7 persen dari nilai total proyek secara keseluruhan.

KPK meyakini tersangka Supendi diduga telah menerima total Rp200 juta pada Mei 2019 sejumlah Rp100 juta yang digunakan untuk Tunjangan Hari Raya (THR,). Sedangkan pada 14 Oktober 2019 Supendi menerima uang Rp100 juta yang digunakan untuk pembayaran pergelaran wayang kulit dan pembayaran gadai sawah.

Penyidik KPK menduga Omarsyah juga  menerima uang total sebesar  Rp350 juta dan sepeda dengan rincian dua kali pada Juli 2019 sebesar Rp150 juta.

Penerimaan uang itu diduga dilakukan sebanyak 2 kali, masing-masing pada September 2019 sejumlah Rp200 juta. Selain itu Supendi juga menerina satu unit sepeda merk NEO yang diperkirakan seharga  Rp20 juta.

Selanjutnya KPK menduga bahwa tersangka Wempy diduga menerima Rp560 juta selama lima kali selama periode Agustus dan Oktober 2019.

Penerimaan uang melalui perantaran Omarsyah dan Wempy itu diduga juga untuk kepentingan pribadi Supendi, seperti kepentingan pengurusan pengamanan proyek dan kepentingan diri sendiri.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00