• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

Tersangka Impor Bawang Putih Tanyakan Statusnya ikut UU KPK Lama atau Baru

7 November
11:53 2019
0 Votes (0)

KBRN Jakarta  : Pengadilan Negeri Jakarta Selatan kembali melakukan Sidang permohonan praperadilan I Nyoman Dhamantra dalam kasus dugaan suap pengurusan kuota dan izin impor bawang putih di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis  (7/11/2019).

Dalam sidang yang berlangung pukul 10:00 WIB hakim tunggal Krisnugroho mendengarkan keterangan saksi ahli  pidana Abdul Khoir Ramadan.

Kuasa Hukum Pemohon menanyakan kepada ahli tentang proses penangkapan dan status tersangka yang dilakukan KPK apakah merujuk pada UU KPK yang lama atau UU KPK yang baru

"Proses  penetapan tersangka yang dilakukan KPK masih berlaku atas undang undang KPK yang lama bukan UU uang baru tetapi kalau sudah ada dewan pengawas baru nanti akan mengikuti UU yang baru seperti penyidikan penyadapan dan penahannya   Apabila ada keraguan tentang atutan maka diambil ketentuan yang meringankan tersangka,"kata Abdul Khoir.

Sebelumnya, kasus ini bermula dari serangkaian operasi tangkap tangan yang dilakukan penyidik KPK pada 8 Agustus 2019. Penyidik mendapat informasi adanya transaksi suap terkait pengurusan kuota dan izin impor bawang putih tahun 2019.

Enam orang ditetapkan sebagai tersangka, yakni anggota DPR Komisi VI  Nyoman Dhamantra, Mirawati Basri, dan Elviyanto sebagai penerima suap.

Selain itu, Chandry Suanda alias Afung, Doddy Wahyudi, dan Zulfikar sebagai pemberi uang suap. Dhamantra, Mirawati Basri dan Elviyanto diduga juga menerima uang suap sebesar Rp2 miliar melalui transfer untuk mengurus kuota impor bawang putih dari Chandry Suanda, Doddy Wahyudi dan Zulfikar.
Fee diduga dipatok Dhamantra sekitar Rp1.700 sampai dengan Rp1.800 untuk setiap kilogram bawang putih yang diimpor ke Indonesia.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00