• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

KPK Panggil VP Angkasa Pura Propertindo, Saksi Tersangka Darman Mappangara Terkait Dugaan Suap

7 November
11:02 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari dijadwalkan memanggil sejumlah  saksi dalam kasus perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi (Korupsi) suap proyek pengadaan Bagage Handling System (BHS). Kasus dugaan suap itu diduga melibatkan oknum pejabat PT. Angkasa Pura II dan PT. Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI). 

Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan di Jakarta menjelasakan bahwa penyidik KPk memanggil saksi Vice President (VP) PT Angkasa Pura Propertindo Roby Jamal. Jamal akan bersaksi untuk tersangka Darman Mappanggara, mantan Direktur Utama (Dirut) PT. iNTI. 

"Yang bersangkutan (Roby Jamal) dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangka DMP (Darman Mappanggara)," kata Febri Diansyah di Jakarta, Kamis (7/11/2019).

Febri mengatakan penyidik KPK dijadwalkan juga akan memanggil Program Manager PT Angkasa Pura II Doddy Dewayanto, dan Endang sopir mantan Direktur Keuangan PT Angkasa Pura II Andra Y Agussalam. Menurut Febri, mereka  juga akan dipanggil dalam kapasitasnya sebagai saksi untuk tersangia Darman Mappangara.

Sementara itu sebelumnya penyidik KPK telah menetapkan Darman sebagai tersangka dalam kasus ini. Menurut KPK, tersangka Darman diduga bersama tersangka Taswin diduga memberikan sejumlah uang suap kepada tersangka Andra Y Agussalam, mantan Direktur Keuangan PT. Angkasa Pura II. 

KPK meyakini bahwa pemberian uang kepada Agussalam itu diduga agar proyek sistem penanganan bagasi atau BHS itu nantinya dapat dikerjakan oleh PT. INTI.

Proyek sistem penanganan bagasi itu rencananya akan dipergunakan pada 6 bandara yang selama ini dalam pengelolaan  PT. Angkasa Pura II.

Penyidik KPK menjerat tersangka Darman Mappangara melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP (Kitab Undang-Undang Hukum Pidana) 

KPK dalam kasus ini sebelumnya juga telah menetapkan dua orang tersangka lainnya, maisng-masing Andra Y Agussalam dan Taswin Nur, yang diduga sebagai “tangan kanan” kanan atau orang kepercayaan pejabat PT. iNTI.

KPK menduga bahwa tersangka Andra diduga menerima suap dari Taswin Nur terkait proyek pengadaan BHS. Uang suap sebesar 96.700 Dolar Singapura (SGD) diduga diserahkan oleh Taswin kepada Andra: Pemberian uang  itu diduga sebagai imbalan agar proyek BHS itu nantinya dapat dikerjakan PT. INTI. 

Proyek BHS itu rencananya akan dioperasikan oleh PT Angkasa Pura Propertind  (APP) yang merupakan anak perusahaan PT. Angkasa Puta II dengan nilai proyek secara keseluruhan lebih dari Rp 86 miliar.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00