• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

Rusdi Taher Minta Mantan Napi Tak Diangkat Jadi Dewas KPK

7 November
10:54 2019
1 Votes (5)

KBRN, Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam waktu dekat akan  mengangkat Dewan Pengawas KPK sesuai perintah Undang-undang KPK yang baru. Banyak harapan disampaikan agar orang-orang yang akan duduk sebagai Dewas KPK tersebut. 

Salah satunya dari Ketua Dewan Penasihat Kongres Advokat Indonesia (KAI) HM Rusdi Taher. Ia meminta, agar Presiden Jokowi tidak mengangkat Dewas KPK yang memiliki resistensi besar terhadap publik, karena menurutnya KPK merupakan harapan rakyat untuk memberantas kejahatan korupsi.

"Sebelum menentukan sosok figur yang akan diangkat menjadi Dewan Pengawas KPK, sebaiknya ditentukan parameter atau kriterianya, pengangkatannya juga tidak didasarkan atas faktor kedekatan atau like and dislike," kata Rusdi Taher di Jakarta, Kamis (7/11/2019).

Paling tidak lanjut mantan Kajati DKI Jakarta ini, figur yang pantas menduduki Dewas KPK harus memenuhi setidaknya sejumlah syarat, yakni memiliki integritas tinggi, figur yang bersih, jujur, konsisten, berwibawa, dan sudah teruji kemampuan leadershipnya.

“Dia juga harus professional, tahu apa yang harus dilakukannya. Seorang Pengawas KPK harus memiliki pemahaman dan pengetahuan yang luas mengenai hukum, dia harus tahu apa itu penyelidikan, apa itu penyidikan, apa itu penuntutan, apa itu eksekusi upaya hukum dan sebagainya,” katanya.

"Jika tidak mengerti mengenai hal tersebut maka sangat sulit diharapkan seorang pengawas KPK dapat menjalankan tugasnya dengan baik," sambung Rusdi.

Dewas KPK juga harus memiliki keberanian, dan tidak mempunyai hambatan psikologis untuk mengawasi komisioner KPK. “Umpamanya ada polisi yang mau diangkat menjadi Dewas KPK, maka paling tidak dia harus berpangkat minimal Bintang 3 atau bintang 4 karena Ketua KPK saat ini adalah polisi yang berbintang 2,” papar pria yang berprofesi sebagai advokat itu.

Kriteria selanjutnya, Dewas KPK harus figur yang idealis, patriotis, dan memiliki nasionalisme yang tinggi, mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas segalanya, serta belum pernah dipidana. 

“Ini Penting karena telah tersiar di publik bahwa ada 2 mantan narapidana yang berpotensi diangkat sebagai Dewas KPK, kalau ini terjadi, maka akan banyak masyarakat Indonesia yang kecewa,” tandasnya.

“Bukan karena figur itu tidak memiliki kapasitas, tetapi akan muncul kesan kuat bahwa memilih Dewas KPK adalah karena berdasar pada Kedekatan, padahal kita menginginkan pemilihan Dewas KPK dilakukan secara objektif, dengan argumentasi argumentasi yang logic dan rasional,“ tambah pria asal Bone Sulsel ini.

Ia menegaskan bahwa saat ini dirinya sama sekali tidak ada lagi keinginan untuk menjadi pejabat publik. Soal sosok yang pantas, ia mengusulkan mantan Hakim Agung Artidjo Alkautsar dan mantan Jaksa Agung Basrief Arief. “Saya bersyukur di usia senja ini masih diberikan kesempatan untuk mengabdi kepada masyarakat bangsa dan negara melalui profesi advokat,” ujar dia.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00