• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Nasional

BPJS Kesehatan Minta Masyarakat Turun Kelas, Pengamat: Akan Terjadi Penumpukan

7 November
00:20 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Pernyataan Kepala Hubungan Masyarakat (Humas) Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), Iqbal Anas Ma'ruf yang mengimbau masyarakat yang tak mampu membayar iuran untuk turun kelas dikritisi. Sebab hal itu bisa menimbulkan penumpukan peserta di kelas III.

Koordinator BPJS Watch, Timboel Siregar mengakui bahwa salah satu konsekuensi dari pada kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang tinggi adalah peserta yang berbondong-bondong turun kelas.

"Jadi dimungkinkan. Kecenderungan ke arah situ iya (turun kelas)," kata pengamat BPJS ini saat berbincang dengan Radio Republik Indonesia, Rabu (6/11/2019).

Namun demikian, ditegaskannya, persoalan dari kenaikan iuran BPJS Kesehatan yang tinggi sesungguhnya tidak bisa hanya dengan turun kelas. Sebab, jika sebagian besar peserta mengikuti saran dari Iqbal Anas Ma'ruf, maka akan terjadi penumpukan di salah satu kelas, yakni kelas III.

"Karena yang akan terjadi adalah penumpukan di kelas III. Kelas III itukan, pertama 96,8 juta PBI itu di kelas III. Tambah 37 juta. Itukan artinya 130-an juta orang di kelas III. Sekarang ada 20,8 juta peserta mandiri kelas III, itukan berarti 150 juta. Kalau yang 4,6 juta peserta kelas I, 6,8 peserta kelas II bedol desa ke kelas III semua," jelasnya.

Diakuinya bahwa turun kelas memanglah hak dari setiap peserta BPJS Kesehatan. Namun untuk itu, pihak BPJS Kesehatan harus mampu mengantisipasi agar tidak terjadi penumpukan. Sebab jika tidak, maka pelayanan kesehatan terhadap peserta bisa saja semakin memburuk.

"Apakah BPJS Kesehatan juga sudah memastikan bahwa tidak terjadi penumpukan di kelas III yang akhirnya mengganggu pelayanan, akan semakin panjang, orang cari kamar akan semakin susah dan sebagainya. Inikan persoalan. Jangan sampai persoalan orang turun kelas tidak diantisipasi dan membiarkan terjadinya pelayanan yang makin memburuk," pungkasnya. (Foto: Antara/Galih Pradipta) 

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00