• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kumham

Diperiksa Sebagai Tersangka Dugaan Suap Minyak, Bambang Irianto Belum Ditahan KPK

5 November
20:45 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selesai melakukan pemeriksaan terhadap Bambang Irianto. Bambang sebelumnya diketahui merupakan mantan Managing Director Pertamina Energy Service Pte Ltd (PES).

Meski Bambang hari ini diperiksa  dalam kapasitasnya sebagai tersangka dalam kasus perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) suap perdagangan minyak mentah, namun penyidik KPK rupanya masih belum menahan yang bersangkutan 

Bambang keluar meninggalkan Gedung KPK Jakarta dengan didampingi pengacara sekaligus kuasa hukumnya Soesilo Ariwibowo. Bambang sebelumnya diketahui juga pernah menjabat sebagai Direktur Utama (Dirut) Pertamina Energy Tranding Ltd (Petral) yang akhirnya dibubarkan pada 2015.

Sebelum meninggalkan Gedung KPK Jakarta, Bambang sempat memberikan keterangan singkat kepada wartawan. Bambang memgaku bahwa selama proses pemeriksaan, menurutnya penyidik KPK sangat profesional. 

Bambang sempat ditanya seputar tugasnya sebagai Vice President serta Managing Director Pertamina Energy Service Pte Ltd (PES).

“Tadi sempat ditanya soal adanya penerimaan uang USD 2,9 juta, masih sepitar tupoksi tugas pokok dan fungsi (Tupoksi), didalami tupoksi saya saja sebagai VP dan Managing Director, ya ikuti prosesnya, kita ikut proses saya warga negara yang baik saya percaya dengan lembaga ini KPK, kita ikuti semua proses hukumnya” kata Bambang kepada wartawan di Gedung KPK Jakarta, Selasa (5/11/2019).

Sebelulmya penyidik KPK menetapkan Bambang sebagai tersangka karena diduga menerima uang suap sebesat 2,9 juta Dolar Amerika (USD) melalui perusahaan miliknya yang didirikannya di British Virgin Island. Perusahaan itu bernama SIAM Group Holding Ltd. 

Penyidik KPK meyakini bahwa pemberian uang suap kepada Bambang itu diduga karena yang bersangkutan ikut membantu mengamankan jatah Kernel Oil terkait tender proyek pengadaan atau penjualan minyak mentah atau produk kilang.

KPK memduga bahwa Bambang bersama sejumlah pejabat PES lainnya diduga ikut menentukan rekanan yang akan diundang mengikuti tender. Salah satu rekanan yang ikut adalah NOC (National Oil Company) yang sering diundang untuk mengikuti tender dan akhirnya menjadi pihak yang mengirimkan kargo untuk PES/PT Pertamina (Persero) adalah Emirates National Oil Company (ENOC). 

Petral itu awalnya didirikan untuk menciptakan ketahanan nasional, khususnya di bidang energi. PT Pertamina (Persero) membentuk Petral dengan fungsi sebagai Integrated Supply Chain (ISC). Fungsi ini seharusnya bertugas untuk melaksanakan kegiatan perencanaan, pengadaan, tukar-menukar, penjualan minyak mentah, intermedia, serta produk kilang untuk komersial dan operasional.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00