• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sorotan Kampus

Kaderisasi GMNI Jangkau ITB dan UNPAD

4 November
21:07 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta: Problem kebangsaan berupa penyebaran faham radikalisme di kalangan mahasiswa harus ditangani oleh mahasiswa sendiri. 

Salah satu penanganannya yaitu dengan kaderisasi. Kaderisasi, sebagai sarana membentuk para mahasiswa untuk menjadi pejuang pemikir.

Demikian disampaikanKetua DPC GMNI Sumedang, Maria Fatima dalam keterangan persnya yang diterima Radio Republik Indonesia, Senin (4/11/2019).

Maria menambahkan, atas dasar itu, pihaknya melakukan kaderisasi tingkat dasar (KTD).

"Kaderisasi yang sekaligus perekrutan kader baru tersebut diikuti 30 mahasiswa-mahasiswa se-Jawa Barat dan Jakarta, diantaranya UNPAD, ITB, Universitas Majalengka, STIKES Ahmad Yani Cimahi, Universitas Jakarta, Universitas Nasional, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, dan Universitas Galuh Ciamis. Rangkaian kegiatan dilaksanakan pada hari Sabtu (2/11/19) hingga Minggu (3/11/19) di Jatinangor, Sumedang," urainya.

Dijelaskan Maria, salah satu narasumber dalam kaderisasi tersebut yaitu Vayireh Sitohang (Guru Kader GMNI Alumni IPB Bogor).

Maria mengatakan, Vayireh menjelaskan mengenai Metode Berfikir Bung Karno yang akhirnya menghasilkan buah pemikiran untuk landasan bangsa Indonesia dalam bernegara, yakni Pancasila.

“Marhaenisme yang digagas oleh Bung Karno saat kuliah di ITB Bandung menjadi landasan pemikiran untuk terbentuknya Pancasila yang dapat merangkul seluruh golongan-golongan di Indonesia , sekaligus mencegah exploitation de l’homme par l’homme atau eksploitasi manusia oleh manusia lain," ungkap Vayireh seperti disampaikan Maria dalam rilisnya.

Lebih jauh, Maria mengungkapkan, dalam kaderisasi itu, hadir juga Ketua DPP GMNI pusat Immanuel Karo-karo.

Imanuel, kata Maria, mengharapkan GMNI harus dapat menjangkau seluruh universitas di Indonesia dan melahirkan kader-kader nasionalis-religius yang dapat menangkal radikalisme sebagai akar perpecahan bangsa. 

Narasumber lain dalam kaderisasi diantaranya,  Andria Perangin-Angin, Anastacia Wella, dan  Denny Indra. 

Masih kata, mahasiswa ITB ini, secara keseluruhan hasil dari kaderisasi ini meneguhkan bahwa Pancasila dan pemikiran-pemikiran lain Bung Karno harus terus diekspose ke masyarakat khususnya mahasiswa agar Pancasila tetap hidup menjadi pedoman dalam berbangsa dan bernegara tanpa digantikan oleh ideologi lain yang tidak sesuai dengan nature dan kultur bangsa Indonesia itu sendiri.

“Ke depannya kami mengharapkan bahwa penjaringan kader khususnya di Sumedang (ITB, UNPAD, dan universitas lain) dapat terus meningkat demi terwujudnya mahaiswa-mahasiswa Indonesia yang progresif, revolusioner, dan berjuang mengedepankan persatuan,” ujar Maria.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00