• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Kuliner Nusantara

Kue Putu Ayu, Jajanan Tempo Dulu Mulai Redup

30 October
20:35 2019
2 Votes (4)

KBRN, Situbondo: Aroma daun pandan tercium dari lapak seorang pedagang kaki lima di pinggir jalan Kota Situbondo, Jawa Timur.

Tak hanya aroma wangi pandan, terdengar juga suara mirip seruling yang keluar dari cerobong cetakan Kue Putu Ayu.

Kue Putu Ayu merupakan jajanan lama yang hampir dilupakan karena sangat jarang sekali yang menjualnya. Kue yang terbuat dari tepung beras, diisi gula merah dan dibaluri kelapa itu, ternyata masih banyak peminatnya.

Fathol Ghafar (38), penjual Kue Putu Ayu di kawasan Kota Situbondo, bisa dikatakan satu-satunya pedagan Kue Putu yang ditemui di wilayah kota, itupun tidak setiap waktu. Sebab Fathol, sapaan akrab Fathol Ghafar, menjual kue nya tidak berkutat di satu tempat. 

"Saya jual keliling. Kadang ada yang pesan dalam jumlah banyak, sehingga kue udah habis sebelum dijual keliling," kata Fathol, saat dijumpai RRI di Jalan PB Sudirman, Rabu (30/10/2019) malam.

Fathol mengaku sudah 12 tahun berjualan Kue Putu Ayu keliling. Sebelumnya, ia ikut majikannya jual nasi goreng. Setelah kakak iparnya asal Solo, Jawa Tengah, mengajari cara membuat Putu Ayu, akhirnya Fathol memilih berjualan Putu Ayu hingga saat ini. 

"Saya asli Situbondo, istri saya orang Solo. Kakak ipar saya meminta saya jualan Putu Ayu, lalu saya diajari cara membuatnya," tutur Fathol sembari sibuk memasukkan adonan kue ke dalam cetakan yang terbuat dari potongan bambu.

Kue ini banyak disukai. Rasanya gurih campur manis, apalagi dibaluri parutan kelapa yang semakin menegaskan rasa gurih Kue Putu Ayu. Sore hari Fathol mulai berkeliling, paling lama pukul 21.00 WIB kue dagangannya habis terjual.

"Saya hanya buat empat kilogram tepung beras setiap harinya. Karena kue ini kan gak boleh sisa, soalnya mudah bau karena tanpa pengawet," terangnya. 

Fathol malu-malu saat ditanya soal keuntungannya berjualan kue. Ia mengaku bahwa penghasilannya cukup memenuhi kebutuhan rumah tangganya. 

"Cukuplah buat kebutuhan anak dan istri," tandasnya.

Salah seorang pembeli, Mu'ani mengaku, sangat merindukan jajanan tempo dulu salah satunya Kue Putu, yang saat ini sangat sulit dijumpai. Padahal, Kue Putu tak kalah enaknya dengan kue-kue kekinian.

"Putu itu enak, gurih, manis dan sehat. Karena tanpa pengawet ataupun pemanis buatan. Dimasaknya pakai bambu dan dibungkus daun pisang," paparnya.

Mu'ani berharap, kue tradisional seperti Putu Ayu ini bisa dirasakan oleh anak dan cucunya. Jangan sampai, kue warisan nenek moyang tersebut hilang tanpa jejak sehingga tak bisa dinikmati oleh generasi milenial.

"Entahlah asal kue ini dari mana, sejak saya masih anak-anak kue ini sudah ada," tandas Mu'ani yang saat ini usianya 73 tahun.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00