• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Sosok

Budi Arie Setiadi, Dulu Projo, Kini Bergerak Membangun Desa

25 October
16:57 2019
0 Votes (0)

KBRN, Jakarta : Budi Arie Setiadi resmi menjabat Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT), menemani Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar. Pengumuman nama Budi Arie Setiadi atau karib disapa Budi Arie alias Muni, sudah dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi), Jumat (25/10/2019).

Budi Arie, pria kelahiran Jakarta, 20 April 1969, adalah tokoh pergerakan, relawan, aktivis sosial, politisi serta pengusaha. Dia dikenal luas juga sebagai pendiri sekaligus Ketua Umum (Ketum) Projo, organisasi relawan darat terbesar dan paling militan dalam mendukung Joko Widodo (Jokowi) sejak 2014 silam.

Usai menamatkan pendidikan SD Fons Vitae II Jakarta, Budi Arie melanjutkan pendidikan SMP di tempat yang sama, lantas menempuh jenjang selanjutnya di SMA Kolose Kanisius Jakarta pada 1988.

Lulus SMA, ia meneruskan studi ke Jurusan Ilmu Komunikasi FISIP UI sampai lulus pada 1996. Budi Arie menyelesaikan studi paska sarjana di Managemen Pembangunan Sosial Universitas Indonesia (UI) sampai lulus 2006.

Budi Arie Setiadi terkenal aktif di gerakan mahasiswa. Ia memimpin gerakan mahasiswa sebagai Ketua Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM ) FISIP UI 1994 dan Presidium Senat Mahasiswa UI (1994/1995). Ia juga aktif mendirikan dan membina Forum Studi Mahasiswa (FSM) UI dan Kelompok Pembela Mahasiswa (KPM ) UI.

Selain itu, Budi Arie aktif di bidang pers kemahasiswaan dengan menjadi Redaktur Pelaksana (Redpel) Majalah Suara Mahasiswa UI periode 1993-1994. Ia juga menjadi Ketua ILUNI UI Jakarta (1998-2001) dan mendirikan Gerakan Sarjana Jakarta (GSJ) serta  Masyarakat Profesional Indonesia (MPI). Semasa gerakan reformasi mahasiswa UI pada 1998, bersama aktivis mahasiswa dan alumni UI juga membidani lahirnya Keluarga Besar (KB) UI.

BACA JUGA: Alue Dohong, Putra Dayak Pertama yang Duduk di Kabinet

Saat meletus gerakan reformasi 1998, Muni menginisiasi dan mendirikan surat kabar kritis dengan nama "BERGERAK" pada 1998. Bersama wartawan Tempo yang baru saja dibredel rezim Soeharto kala itu, Muni aktif mengelola mingguan Media Indonesia pada 1994-1996. Selanjunya bersama beberapa senior, ia ikut menjadi bagian awal dari berdirinya Mingguan Ekonomi Kontan. Budi menjadi jurnalis Kontan periode 1996-2001.

Karir politik Budi berawal sebagai Kepala Balitbang PDI Perjuangan DKI Jakarta pada 2005-2010 dan juga Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta. Baru setelah itu, Budi Arie Setiadi mendirikan Projo sejak Agustus 2013. Projo berjuang mengumpulkan aspirasi pencapresan Jokowi sebelum dideklarasikan PDI Perjuangan secara resmi, hingga akhirnya mampu membawa Joko Widodo sebagai Presiden RI Ke-7 Republik Indonesia bersanding dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk periode 2014-2019.

Sejak Joko Widodo (Jokowi) menjabat Gubernur DKI Jakarta, Projo dikenal habis-habisan menggalang dukungan publik untuk membentenginya dari serangan para oposisi secara politik. Projo piawai dan totalo mengelola opini publik kala itu guna mengamankan dukungan akar rumput terhadap Jokowi.

Sejak Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014, sampai untuk kedua kali 2019, Budi Arie Setiadi kembali memimpin Projo habis-habisan di segmen pendukung akar rumput untuk memenangkan Jokowi. Hasilnya, Jokowi bersama Ma'ruf Amin menjadi Presiden dan Wakil Presiden terpilih Republik Indonesia periode 2019-2024.

Saat ini, Budi Arie Setiadi masuk dalam perjuangan di level selanjutnya, yakni bersama Jokowi membangun Indonesia selama lima tahun ke depan. Jaringan Projo yang 'merumput' dari Sabang sampai Merauke bakal menjadi modal luar biasa bagi Budi untuk menjalankan tugasnya sebagai Wamen Desa PDTT mendampingi Abdul Halim Iskandar dari Partai Keadilan Bangsa (PKB) yang adalah koalisi Jokowi saat 'bertempur' di Pilpres 2019 lalu.

Apakah mudah? Tentu tidak. Karena pencapaian Menteri Desa PDTT sebelumnya, Eko Putro Sandjojo sangat mentereng, terlebih dalam menggunakan dana desa untuk mengubah wajah masyarakat desa dari miskin menjadi sejahtera dan mandiri.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00