• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Teknologi

Usung Konsep 'Waste to Energy', PLTSa Bantargebang Hasilkan 700 KW Listrik per Hari

24 October
14:20 2019
1 Votes (5)

KBRN, Bekasi : Berbagai cara telah dilakukan untuk menanggulangi persoalan sampah yang menjadi momok terbesar bagi ibukota negara. Beberapa waktu lalu telah diresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) tenaga thermal di TPST Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat. Kini, PLTSa tersebut telah beroperasi dan mampu mengurai sampah sebanyak 100 ton per hari serta ramah lingkungan. Selain itu juga PLTSa ini juga telah mampu menghasilkan tenaga listrik.

Dibangun di tengah-tengah lahan tempat pembuangan sampah terpadu Bantar Gebang, Bekasi, Jawa Barat, Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTASa) kerja sama BPPT dengan Pemprov DKI Jakarta seluas 110 hektar itu kini telah beroperasi dan mampu menghasilkan tenaga listrik.

Dengan kapasitasTPST Bantar Gebang yang setiap harinya menampung kurang lebih 6.000 ton sampah dari Ibu Kota Jakarta. Dengan telah berjalannya PLTSa yang mengusung konsep waste to energy, yaitu dari sampah bisa menghasilkan energi. Dengan sistem ini diharapkan dengan bercampurnya beragam sampah yang mengandung beragam bahan seperti organik, kelembaban yang tinggi, serta nilai kalori rendah, pengolahan sampah secara thermal ini akhirnya sukses berjalan.

Selain itu, abu dari Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) bisa dimanfaatkan sebagai subsitusi bahan bangunan, atau sebagai subsitusi bahan pembuatan batako. PLTSa selain menghasilkan listrik, abu dari pembakaran PLTSa juga bisa dimanfaatkan untuk subsitusi bahan bangunan, khususnya bahan untuk pembuatan batako.

“Itu nanti abunya kita analisis, pertama dilihat kadar B3-nya ada atau tidak. Kemudian yang berikutnya supaya aman, supaya abu yang mengandung bahan-bahan B3 itu tidak meresap ke dalam tanahnya, itu pakai namanya sementasi atau solidivikasi. Abu tersebut dicampur dengan semen supaya padat, sehingga bisa untuk subsitusi bahan pembuatan batako,” kata Rudi Nugroho, Direktur Pusat Teknologi BPPT. 

Saat awak media berkunjung pada Kamis (24/10/2019), keberadaan PLTSa kini telah mampu menghasilkan tenaga listrik sebesar 700 kilowatt (KW) dalam SATU hari. Hasil tenaga listrik itupun baru dimanfaatkan untuk keperluan di sekitar PLTSa sebesar 320 KW. Sejauh INI, PLTSa dalam satu hari baru mampu mengolah sampah sebanyak 100 ton per harinya. Sebagai teknologi pilot project, sampah yang diolah masih dibutuhkan penyortiran atau pemilahan sampah seperti sampah karet dan besi , hal ini dikarenakan kapasitas alat yang perlu kembali dikembangkan.

“Tantangan untuk pengembangan ke depan adalah bagaimana sampah itu mudah diproses pada alat ini. Sekarang ini masalahnya pada pemilahan sampah organik dan anorganik. Semoga ke depan pemerintah juga bisa lebih menggalakkan pemilahan sampah ini,“ ujar Rudi. 

Untuk ke depannya, BPPT berharap teknologi thermal akan bisa dikembangkan secara kapasitas. Untuk itu perlunya kesediaan pemerintah khususnya Pemprov DKI Jakarta segera bisa fokus dalam pengembangan teknologi yang akan mampu mengurai persoalan sampah.

tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00