• Pilih Jaringan RRI   

RRI News Portal

Politik

Pakar Politik UNPAD : Semua Menteri Harus Loyal Terhadap Jokowi

23 October
17:29 2019
0 Votes (0)

KBRN, Cimahi : Pakar Politik dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik - FISIP Universitas Pajajaran Bandung, DR. Teuku Rezasyah menilai, penunjukan kembali Retno Marsudi sebagai Menteri Luar Negeri, dan Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan sangat tepat karena kedua menteri tersebut memiliki kapabilitas yang sudah teruji pada pemerintahan sebelumnya.

"Dengan dipilih kembali, Menteri tersebut otomatis bisa melanjutkan karya terbaik  mereka dengan visi misi yang baru, dan tentunya mereka akan bekerja dengan detail dan lebih baik," ungkap Dosen Ilmu Politik FISIP Unpas Bandung DR. Teuku Rezasyah kepada RRI, Rabu (23/10/2019).

Menanggapi Pelantikan 32 Menteri Kabinet Indonesia Baru oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka Jakarta siang tadi, Rezasyah menyebutkan, bagi menteri yang baru mereka harus belajar dalam posisi itu, mengenali struktur organisasi dan belajar berinteraksi dengan sesama menteri, belajar berkoordinasi dengan Menteri Koordinasi masing-masing.

Menurut Reza, para menteri harus belajar,  baik yang senior maupun junior karena ini adalah tim yang baru,  serta harus rajin turun kelapangan untuk melihat program mereka dalam jangka pendek yang langsung menyentuh kepentingan masyarakat atau tidak.

"Saya sangat berharap para Menteri tersebut bisa berkolaborasi memberikan pengalaman terbaik dari mereka untuk tujuan yang lebih besar. Sebagai pembantu presiden tentunya mereka semua harus loyal kepada Presiden Indonesia dan siap berkoordinasi sesama menteri dan mereka harus bersedia disuvervisi dikritik dengan capaian kinerja mereka," ujarnya.

Otomatis para menteri Kabinet Pembangunan Indonesia Maju kata Rezasyah, harus kompak dan tidak bicara sendiri-sendiri karena loyalitas diberikan kepada Presiden  bukan kepada parpol, bukan pula kepada satuan masing-masing sebelumnya.

Menanggapi masuknya Prabowo Subianto dalam kabinet Indonesia Baru sebagai Menteri Pertahanan, Reza menyebutkan, Prabowo pasti berpegang teguh pada pepatah mantan Presiden Amerika John F.Kenedy yang menjadi  motonya selama ini yakni Jangan tanyakan apa yang bisa diberikan negara kepadaku tetapi apa yang bisa saya berikan negara.

" Jadi memberikan kontribusi terbaik bagi bangsanya buat Prabowo adalah suatu kehormatan," sebutnya.

Apalagi menurut Reza, jabatan itu tidak diminta oleh Prabowo tetapi beliau diundang oleh Jokowi ke Istana dan diminta kesediaannya,  karena program Prabowo didalam bidang pertahanan saat beliau menjadi Capres bisa diadopsi oleh Presiden untuk kepentingan negara dalam jangka panjang.



tunggu 60 detik untuk memberikan komentar lagi. komentar anda akan dimoderasi sebelum diterbitkan
Cancel Preview
Cancel Preview
00:00:00 / 00:00:00